A. ENDOKARST
Endokarst adalah fenomena yang dapat dilihat dibawah permukaan, pada lorong-lorong goa di bawah permukaan.
Ada tiga macam yang dapat dilihat dibawah permukaan:
1. Air terjun
2. Danau dan kolam
3. Ornament (speleothem)
Ada beberapa macam ornament goa:
a. Stalaktit
b. Stalakmit
c. Straw
d. Dringking straw
e. Helictit
f. Helicmit
g. Canopy
h. Pilar
i. Draperies
j. Bacon draperies
k. Gourdam
l. Mutiara goa
B. PEMINTAKATAN GUA dan FAUNA GUA
Berdasarkan atas intensitas cahaya, marfologi gua, dan kedalamannya, gua dibagi menjadi empat mintakat (zona):
• Zona terang
Adapun fauna yang biasanya hidup di zona ini adlah: beruang, ular.
• Zona senja
Adapun fauna yang biasanya hidup di zona ini adlah: kalilawar.
• Zona peralihan
Adapun fauna yang biasanya hidup di zona ini adalah: kalilawar.
• Zona gelap
Adapun yang biasa hidup di zona ini adlah : jangkrik gua
• Zona gelap abadi
C. PAMETAAN GUA
1. Definisi
• Suatu gambaran proyeksi dua dimensi dengan skala lebih kecil, dari suatu bidang tiga dimensi yang mempunyai batas-batas tertentu .
• Suatu gambaran proyeksi dengan skala lebih kecil dari suatu gua
2. Mamfaat peta gua
• Merupakan bukti otentik bagi penelusur gua, sebagai penelusur /tim yang pertama kali menelusuri gua tersebut.
• Membantu para ahli dalam mempelajari biospeleologi, hidrologi, ataupun ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan dengan spleologi.
• Untuk mencari kprelasi dengan gua-gua sekitarnya.
• Untuk memudahkan dalam sesuatu pertolongan/rescue.
• Dibidang priwisata untuk memudahkan/menentukan perencanaan dalam pengembangan gua sebagai obyek wisata.
• Sebagai data rekaman keaadaan gua saat itu (dikasih fhoto).
3. Peralatan yang digunakan dalam pemetaan gua
• Kompas (alat untuk mengetahui berapa derajat perbedaan arah lorong/jalan terhadap arah utara.
• CLINOMETER (suatu alat untuk mengetahui kemiringan bidang terhadap sumbu harisontal, dalam satuan darajat
• TOPOFIL (sebernya topofil ini mempunyai fungsi yang sama dengan pita ukur, tetapi tapofil ini bekerja atas dasar roda yang berputar menggerakan angka-angka dalam satuan sentimeter . berputarnya roda pada tapofil karena benang yang dililitkan dan ditarik.
• PITA UKUR (pita tersebut terbuat dari linen atau plat baja tipis.dan sekarang telah banyak di buat dari bahan fiber, dimana pita itu terdapat ukuran dalam satuan cm sampai mili meter.
• LEMBAR KERJA (dipergunakan untuk mencatat data yang diambil selama pametaan,
Station Passage Stationwall
Tape Kompas clino
Dari Ke Width Hight Kiri Kanan
4. TINGKATAN (GRADE) PEMETAAN
Sebagaimana peta yang lain, peta gua juga memiliki derajat ketelitian (grade) yang berbeda . tingkatan itun yang boleh BCRA (britiis cape research association) menjadi 6 tingkatan khusus. Pembagaian ini berdasarkan keakuratan pengukuran, teknik yang digunakan, dan peralatan yang digunakan.
Adapun pembagian tersebut:
Grade 1
Hanya membuat skeys dengan akurasi rendah, tampa membuat pengukuran.
Grade 2
Digunakan jika diperlukan, untuk menggambarkan perantaraan dalam akurasiantara grade 1 dan grade 3.
Grade 3
Surveymagnetik kasar. Sudut horizontal dan sudat vertical diukur dengan perralatan ,derajat kesalahan kurang-lebih 2,5 derajat. Alat ukur jarak dengan kesalahan kurang-lebih 50 cm, kesalahan posisi station kurang dari 50 cm.
Grade 4
Dapat digunakan jika diperlukan, untuk mengambarkan survey tidak sampai ke grade 5 tetapi lebih akurat dari pada grade 3.
Grade 5
Survey dengan alat magnetic. Akurasi sudut horizontal dan vertical kurang-lebih 1 derajat.akurasi pengukuran jarak kurang-lebih 10 cm, kesalahan posisistasiun kurang dari 10 cm.
Grade 6
Survey dilakukan dengan lebih akurat dari grade 5.
Grade x
Survey berdasarkan diutamakan menggunakan theodolite sebagai pengganti kompas.
Selain itu BCRA membuat klasifikasi tingkatan peta gua berdasarkan tingkat ketelitian detail survey
Klas A : semua detail dibuat berdasar hapalan luar kepala
Klas B : detail lorong di catat dalam gua berdasar perkirssn
Klas C : detail lorong di ukur pada station survey
Klas D : detail di ukur pada station survey dan antar station
Kombinasi grade dan klas:
Grade 3B/3C
Grade 5C/5D
Derajat pengukuran harus diusahakan sejak dua station pertama, karena kesalahan akan bersifat komulatif, makin jauh dari titk awal, semakin besar pula kesalahan yang timbul.
5. METODE/SISTEM PEMETAAN GUA
Ada dua metode pengukuran , yaitu:
a. Forward method
Dimana surveyor dan pencatat perjalan beruntutan (depan belakang) sampai station terakhir.
b. Leapfrog method
Survetor dan pencatat saling bergantian depan belakang( seperti lompat katak). Metode ini lebih teliti dari metode diatas.
Dan ada dua system pemetaan gua berdasar arah survey, yaitu:
1. Top to bottom
Pengukuran di mulai darientrance sampai ujung lorong / dasar dari gua atau samoai station akhir.
2. Bottom to top
Pengukuran dari ujung lorong /dasar gua sampai entrance. Jadi merupakan kebalikan dari system di atas.
6. LANGKAH-LANGKAH DALAM PEMBUATAN PETA
A. Pengumoulan data
Dalam suatu team pemetaan idiealnya terdiri dari 4 orang ,dengan pembagian tugas sebagai berikut:
1. Orang pertama : sebagai pembaca alat-alat ukur, membawa clinometers, kompas, dan meteran.
2. Orang kedua : sebagai station pengukuran membawa ujung meteran. Tinggi orang peryama dengan kedua harus sama dengan tujuan mendapatakan kerelitian dalam pengukuran elevasi (kemiringan lantai).
3. Orang ketiga : sebagai pencatat data pengukuran ,diskriptor untuk cross section (ilirisan lorong), dan sket perjalan.
4. Orang ke empat : sebagai leader penentu titik station maupun sebagai pemasang lintasan pada penelururan gua vertical.
Data yang diambil berupa:
1. Sudut clinometers : untuk mengetahui elevasi / sudut kemiringan lantai gua.
2. Sudut kompas : untuk mengetahui arah lorong dan arah utama kompas.
3. Jarak miring : jarak antara station pengukuran.
4. Jarak kiri-kanan : jarak kiri kanan dan station pengukuran.
5. Tinggi atap : tinggi atap pada setiap station pengukuran.
6. Cross section : penampang lorong gua.
7. Sketsa lorong : dibuat sesuai dengan arah kompas (diisi symbol-simbolkondisi gua , kondisi gua:ornament ,air, lumpur, dlln.
Beberapa metode pengukuran chamber:
• Polygon terbuka
• Polygon tertutup
• Offset
• Pothole
B. Penghitungan data
Untuk menghiteng data-data yang diambil dari lapangan, sudah ada table yang di dalamnya rumus-rumus yang akan dipergunakan.
1. Jarak datar (1)=cosinus clino x jarak miring (d)
2. Absis (x)= sinus kompas x jarak data (1)
3. Koordinat x (skema x)=penambahan absis terhadaf station sebelumnya
4. Kordinat (y)=cosines kompas x jarak datar 1
5. Koordinat sumbu y( skema y) penembahan ordinat terhadap station sebelumnya
6. Beda elevasi (h)=tangan clinox jarak datar(i)
7. Beda elevasi total(skema h)= penambahan beda elevasi terhadap station sebelumnya
Hal yang perlu dapat perhatian adalah penghitungan skema x, skema y,dan skema h. pada pecabangan lorong dan chamber.
C. Pengumpulan peta
Peta gua dapat digambarkan sebagai:
1. Plan section : peta gua tampak atas.
2. Extended : peta gua tampak samping tampa proyeksi
3. Projected : peta gua tampak samping, diproyeksikan dari plan section
4. . peta gua 3 dimensi
Tahap-tahap penggambaran peta gua:
1. Penentuan skala peta dan arah utara peta
2. Penentuan titik koordinat tiap station( system kordinat polear. Koordinat cartesius)
3. Penentuan jarak titik dinding kiri dan kanan tiap station dan tiap perubahan leber lorong
4. Mengubungkan titik dinding kiri dan kanan antar station
5. Memasukan symbol-simbol kondisi gua
6. Menggambar cross section
7. Kelengkapan peta
Kelengkapan peta
• Nama gua
• Grade peta
• Lokasi gua(administrasi, geografis, elevasi dpl)
• Arah utara peta
• Skala peta(grafis, fraksi)
• Waktu survey tggl.bln.thn.)
• Surviyor kelompok, anggota, acara.)
• Panjang dan kedalaman gua
• Fhoto-fhoto, dianjurkan
oleh dian permana. (thi-le)
Terimakasih……………
Endokarst adalah fenomena yang dapat dilihat dibawah permukaan, pada lorong-lorong goa di bawah permukaan.
Ada tiga macam yang dapat dilihat dibawah permukaan:
1. Air terjun
2. Danau dan kolam
3. Ornament (speleothem)
Ada beberapa macam ornament goa:
a. Stalaktit
b. Stalakmit
c. Straw
d. Dringking straw
e. Helictit
f. Helicmit
g. Canopy
h. Pilar
i. Draperies
j. Bacon draperies
k. Gourdam
l. Mutiara goa
B. PEMINTAKATAN GUA dan FAUNA GUA
Berdasarkan atas intensitas cahaya, marfologi gua, dan kedalamannya, gua dibagi menjadi empat mintakat (zona):
• Zona terang
Adapun fauna yang biasanya hidup di zona ini adlah: beruang, ular.
• Zona senja
Adapun fauna yang biasanya hidup di zona ini adlah: kalilawar.
• Zona peralihan
Adapun fauna yang biasanya hidup di zona ini adalah: kalilawar.
• Zona gelap
Adapun yang biasa hidup di zona ini adlah : jangkrik gua
• Zona gelap abadi
C. PAMETAAN GUA
1. Definisi
• Suatu gambaran proyeksi dua dimensi dengan skala lebih kecil, dari suatu bidang tiga dimensi yang mempunyai batas-batas tertentu .
• Suatu gambaran proyeksi dengan skala lebih kecil dari suatu gua
2. Mamfaat peta gua
• Merupakan bukti otentik bagi penelusur gua, sebagai penelusur /tim yang pertama kali menelusuri gua tersebut.
• Membantu para ahli dalam mempelajari biospeleologi, hidrologi, ataupun ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan dengan spleologi.
• Untuk mencari kprelasi dengan gua-gua sekitarnya.
• Untuk memudahkan dalam sesuatu pertolongan/rescue.
• Dibidang priwisata untuk memudahkan/menentukan perencanaan dalam pengembangan gua sebagai obyek wisata.
• Sebagai data rekaman keaadaan gua saat itu (dikasih fhoto).
3. Peralatan yang digunakan dalam pemetaan gua
• Kompas (alat untuk mengetahui berapa derajat perbedaan arah lorong/jalan terhadap arah utara.
• CLINOMETER (suatu alat untuk mengetahui kemiringan bidang terhadap sumbu harisontal, dalam satuan darajat
• TOPOFIL (sebernya topofil ini mempunyai fungsi yang sama dengan pita ukur, tetapi tapofil ini bekerja atas dasar roda yang berputar menggerakan angka-angka dalam satuan sentimeter . berputarnya roda pada tapofil karena benang yang dililitkan dan ditarik.
• PITA UKUR (pita tersebut terbuat dari linen atau plat baja tipis.dan sekarang telah banyak di buat dari bahan fiber, dimana pita itu terdapat ukuran dalam satuan cm sampai mili meter.
• LEMBAR KERJA (dipergunakan untuk mencatat data yang diambil selama pametaan,
Station Passage Stationwall
Tape Kompas clino
Dari Ke Width Hight Kiri Kanan
4. TINGKATAN (GRADE) PEMETAAN
Sebagaimana peta yang lain, peta gua juga memiliki derajat ketelitian (grade) yang berbeda . tingkatan itun yang boleh BCRA (britiis cape research association) menjadi 6 tingkatan khusus. Pembagaian ini berdasarkan keakuratan pengukuran, teknik yang digunakan, dan peralatan yang digunakan.
Adapun pembagian tersebut:
Grade 1
Hanya membuat skeys dengan akurasi rendah, tampa membuat pengukuran.
Grade 2
Digunakan jika diperlukan, untuk menggambarkan perantaraan dalam akurasiantara grade 1 dan grade 3.
Grade 3
Surveymagnetik kasar. Sudut horizontal dan sudat vertical diukur dengan perralatan ,derajat kesalahan kurang-lebih 2,5 derajat. Alat ukur jarak dengan kesalahan kurang-lebih 50 cm, kesalahan posisi station kurang dari 50 cm.
Grade 4
Dapat digunakan jika diperlukan, untuk mengambarkan survey tidak sampai ke grade 5 tetapi lebih akurat dari pada grade 3.
Grade 5
Survey dengan alat magnetic. Akurasi sudut horizontal dan vertical kurang-lebih 1 derajat.akurasi pengukuran jarak kurang-lebih 10 cm, kesalahan posisistasiun kurang dari 10 cm.
Grade 6
Survey dilakukan dengan lebih akurat dari grade 5.
Grade x
Survey berdasarkan diutamakan menggunakan theodolite sebagai pengganti kompas.
Selain itu BCRA membuat klasifikasi tingkatan peta gua berdasarkan tingkat ketelitian detail survey
Klas A : semua detail dibuat berdasar hapalan luar kepala
Klas B : detail lorong di catat dalam gua berdasar perkirssn
Klas C : detail lorong di ukur pada station survey
Klas D : detail di ukur pada station survey dan antar station
Kombinasi grade dan klas:
Grade 3B/3C
Grade 5C/5D
Derajat pengukuran harus diusahakan sejak dua station pertama, karena kesalahan akan bersifat komulatif, makin jauh dari titk awal, semakin besar pula kesalahan yang timbul.
5. METODE/SISTEM PEMETAAN GUA
Ada dua metode pengukuran , yaitu:
a. Forward method
Dimana surveyor dan pencatat perjalan beruntutan (depan belakang) sampai station terakhir.
b. Leapfrog method
Survetor dan pencatat saling bergantian depan belakang( seperti lompat katak). Metode ini lebih teliti dari metode diatas.
Dan ada dua system pemetaan gua berdasar arah survey, yaitu:
1. Top to bottom
Pengukuran di mulai darientrance sampai ujung lorong / dasar dari gua atau samoai station akhir.
2. Bottom to top
Pengukuran dari ujung lorong /dasar gua sampai entrance. Jadi merupakan kebalikan dari system di atas.
6. LANGKAH-LANGKAH DALAM PEMBUATAN PETA
A. Pengumoulan data
Dalam suatu team pemetaan idiealnya terdiri dari 4 orang ,dengan pembagian tugas sebagai berikut:
1. Orang pertama : sebagai pembaca alat-alat ukur, membawa clinometers, kompas, dan meteran.
2. Orang kedua : sebagai station pengukuran membawa ujung meteran. Tinggi orang peryama dengan kedua harus sama dengan tujuan mendapatakan kerelitian dalam pengukuran elevasi (kemiringan lantai).
3. Orang ketiga : sebagai pencatat data pengukuran ,diskriptor untuk cross section (ilirisan lorong), dan sket perjalan.
4. Orang ke empat : sebagai leader penentu titik station maupun sebagai pemasang lintasan pada penelururan gua vertical.
Data yang diambil berupa:
1. Sudut clinometers : untuk mengetahui elevasi / sudut kemiringan lantai gua.
2. Sudut kompas : untuk mengetahui arah lorong dan arah utama kompas.
3. Jarak miring : jarak antara station pengukuran.
4. Jarak kiri-kanan : jarak kiri kanan dan station pengukuran.
5. Tinggi atap : tinggi atap pada setiap station pengukuran.
6. Cross section : penampang lorong gua.
7. Sketsa lorong : dibuat sesuai dengan arah kompas (diisi symbol-simbolkondisi gua , kondisi gua:ornament ,air, lumpur, dlln.
Beberapa metode pengukuran chamber:
• Polygon terbuka
• Polygon tertutup
• Offset
• Pothole
B. Penghitungan data
Untuk menghiteng data-data yang diambil dari lapangan, sudah ada table yang di dalamnya rumus-rumus yang akan dipergunakan.
1. Jarak datar (1)=cosinus clino x jarak miring (d)
2. Absis (x)= sinus kompas x jarak data (1)
3. Koordinat x (skema x)=penambahan absis terhadaf station sebelumnya
4. Kordinat (y)=cosines kompas x jarak datar 1
5. Koordinat sumbu y( skema y) penembahan ordinat terhadap station sebelumnya
6. Beda elevasi (h)=tangan clinox jarak datar(i)
7. Beda elevasi total(skema h)= penambahan beda elevasi terhadap station sebelumnya
Hal yang perlu dapat perhatian adalah penghitungan skema x, skema y,dan skema h. pada pecabangan lorong dan chamber.
C. Pengumpulan peta
Peta gua dapat digambarkan sebagai:
1. Plan section : peta gua tampak atas.
2. Extended : peta gua tampak samping tampa proyeksi
3. Projected : peta gua tampak samping, diproyeksikan dari plan section
4. . peta gua 3 dimensi
Tahap-tahap penggambaran peta gua:
1. Penentuan skala peta dan arah utara peta
2. Penentuan titik koordinat tiap station( system kordinat polear. Koordinat cartesius)
3. Penentuan jarak titik dinding kiri dan kanan tiap station dan tiap perubahan leber lorong
4. Mengubungkan titik dinding kiri dan kanan antar station
5. Memasukan symbol-simbol kondisi gua
6. Menggambar cross section
7. Kelengkapan peta
Kelengkapan peta
• Nama gua
• Grade peta
• Lokasi gua(administrasi, geografis, elevasi dpl)
• Arah utara peta
• Skala peta(grafis, fraksi)
• Waktu survey tggl.bln.thn.)
• Surviyor kelompok, anggota, acara.)
• Panjang dan kedalaman gua
• Fhoto-fhoto, dianjurkan
oleh dian permana. (thi-le)
Terimakasih……………


Tidak ada komentar:
Posting Komentar