SANTRI NGAK YAMBUNG
DI suatu hari yang cerah aku duduk termenung karena menikmat i indahnya cuaca pagi,udar yang segar dan sinagatkan cuaca pagi di sertai dengan kicauan burung yng begitu asik terbang kian kemari mencari makan sehingga semuanya membuatku tertegun dan hamper saja membuatku membuat dalam lamunan yang seketika mengingatkan aku pada masa waktu di pesantren baik manis dan pahitnya ketika di pesantren.
Dimana di suatu desa di kecamatan pelawan- singkut telah berdiri sebuah pesantren yang cukup besar dan terekenal di kecamatan itu. Pesantren tersebut di dirikan pada tahun 1989 yang di asuh oleh yang mempunya santri kurang lebih sebanyak 500 santri pada saat itu. Jumlah 500 santri yang meliputi dari keseluruhan santri yang ada. Baik putra maupun putrinya, yang mana peraturan di pesantren ini sangat ketat dan di siplin sekali. Ketika aku di masukan di pesantren ini yang letaknya lumayan jauh bagiku. Perjalan dari rumahku ke pesantren kalu di tempuh dengan naik motor menghabiskan waktu satu setengah jam perjalan, tapi kalu naik mobil kurang lebih kira kira dua jam setengah perjalan. Ketika aku di masukan pesantren ini aku sangat kaget dan merasa malu ketika menghadapi pak kyai dan para temen temen santri yang sudah lama disitu. Maklumlah namanya ja santri baru tentu butuh proses dalam masa pengenalan untukbisa saling mengenal dan beradap tasi di lingkungan pesantren. Pada awalnya aku merasa tidak betah karena merasa di cuekin sama temen temen mungkin karena aku orangnya pendiam atau karena sikapku sendiri yang membuat temen temen seperti itu, terkadang pula yang membuatku tidak betah karena ingat orang tua yang sudah berpisah jaraknya aku di pesantren sedangkan beliau di rumah.
Proses ini terus aku lalui dari waktu ke waktu, hari kehari dan bahkan berbulan bulan selama aku masih di sana seiring berlalunya waktu aku sudah mulai bisa menyesuaikan diri dan mendapat tanggapan yang baik dari teman-teman,ustadz,maupun pak kyai,sehingga aku semakin dekat dengan pak kyai maupun semua ustadz di situ, tapi aku hanya mempunyai sedikit dari beberapa temen yang lain sangat akrab dan dekat denganku. Yang menurut orng yang lebih baik untuk di jadikan temen dalam motifasi belajar.
Setelah dua tahun aku di situ dan sudah kelas tigas MTS akhirnya juga lulus, dan meneruskan aliyah juga disitu. Selama aku di pondok dengan keakrabanku sama pak ustadz dan pak kyai sehingga banyak dari temen temen yang merasaa iri atas kedekatanku dengan semua ustad dan pak kyai.lama-kelamaan aku juga menjadi ajudan pk kyai.ajudan adalaha orang yang paling dekat dengan pak kiyai atua yang menjadi tangan kanan pk kyai.aku jarang sekali dikamar,jd jarang ada waktu untuk kumpul sama teman-teman,setiap harinya aku selalu di panggil untuk berada di rumah pk kyai kamil,hingga membuat sebagian teman iri hati padaku,mereka sering mengejek dan menghinaku,mengatakan aku tidak pantas jadi ajudan pk kiyai.pak kiyai selalu menyuruh kesana- sini,jd waktu istirahat bagiku sangat sedikit dan jarang sekali.beliau juga orangnya keras dan kadang membuatku takut,tapi beliau kadang ramah,lembut,lucu,dan sebagainya.semuanya ada pada pk kyai.pernah beliau menyuruh ku mengambil sesuatu tapi sebelumnya beliau memang orang jawa asli sedangkan aku sendiri asli Sumatra,sehingga kadang beliau menyuruhku dengan memakai bahasa jawa dan membuatku kebingungan,sehingga terjadi dialog antara kami.
Beliau berkata
Pak kyai:”kang pendetaken agemane abah sing warna ireng teng lemari”tapi dari kata-katany yang sedikit ku mengerti dan dapat kucerna adalah warna ireng yang artinya warna hitam,kemudian tanpa membantah aku langsung kebelakang dan aku lihat ada plastic yang warna hitam yang juga nyantel dekat lemari,kemudian langsung kuambil plasti itu dank u bawa kedepan sambil berkata!
Adi(aku):ini bah, yang abah minta…….
Pk kyai:beliau tersenyum,namun kemudian wajahnya menjadi geram dan marah,lalu sambil menjewer kupingku beliau berkata:kamu paham nagak yang saya perintah,sana balik lagi kebelakang Tanya sama bu nyai!aku gemetar ketakutan dan tanpa berkata ataupun membantah aku langsung ke belakang dan langsung bertanya sama bu nyai/istrinya abah.
Adi:bu’ apa yang dimaksudkan abah tadi?beliau menyuruhku mengambil sesuatu tapi yang dikit ku tua dia bilang warna hitam ada lemarinhya karna abah mau pergi pengajian.bu’ nyai yang kebetulan mendengar apa yang abah bilang waktu itu langsung tertawa ter pigkal-pingkal…ha…ha…ha…lalu bu nyai berkata
Bu’ nyai:maksudnya itu ambilkan jas hitam dilemari….
Ketika itu aku langsung tertawa begitupun bu nyai juga ikut tertawa kembali….ha….ha….haa…he…he…he….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar