Pagi itu Efan merasakan sangat berbeda sekali dengan hari – hari yang lainya, entah kenapa seluruh jiwa dan raga Efan seolah – olah ada yang membisiki telinga Efan, dia terkejut hanya membuka matanya lebar – lebar melihat sofie, abdel dan rizky yang sedang asyik menikmati indahnya tidur. Efan beranjak bangun dari tempat tidurnya he...he...he...bangun – bangun udah subuh ni....??? tetapi sofie, abdel dan rizky bukanya langsung bangun dan mengambil air wudlu malah wajahnya mereka semua tertuju melihat Efan sambil kucek – kucek mata, Abdel bertanya kepada Efan, Fan tumben bisa bangun pagi – pagi...??Rizky dan Sofie menyaut, ah kayak ndak tau aja kamu, Efan kalau bisa bangun pagi – pagikan kalau sedang mimpi basah ha...ha...ha... sebuah bak bom molotov keluar dari mulut Rizky dan Sofie. Efan mengerutkan dahinya sambil duduk disebelah lemari, Efan tanpa mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya. Ia kaget atas ucapan tadi. Abdel beranjak berdiri " Maz Efan Aya naon atuh kang kok mlah tambah cemberut gitu Ooi"... sambil memegang pundaknya Efan seharusnya Ente tuh bersyukur sama ALLAH uah bisa bangun pagi – pagi seperti ini. Mendengar ucapan Abdel maka Efan tambah mengerutkan dahinya sambiltersenyum sepet. Ayo cepat ambl air wudlu ntar keburu habis lagi waktunya seru Efan sambil berdiri.
Setelah berwudlu sofie, Abdel dan Rizkyudah siap – siap untuk melaksanakan shalat subuh, manasih Efan lama banhget wudlunya seru Sofie, tak lama kemudian Efan muncul sambil membawa biore dan handuk, aku pinjam sarugnyalah, sarung aku kotor semua. Aah dasar kamu, tuu ambil aja di lemari, memang Efan orangnya agak pemalas jarang baanget nyuci pakaiannya sering – sering pakaiannya di londri terus, biasa Efan memang anaknya seorang konglo merat kirimanya aja satu bulan satu juta, dia di pondok boros banget belum aja ada satu bulan uangya udah habis. Terdengar qomat udah di komandangkanoleh muazin, ayo cepat kita ke masjid seru Rizky mereka berempat beranjak pergi meninggalkan kamaruntuk melaksanakan shalat subuh, kebetulan masjidnya nggak jauh dari compleknya.
Pukul 06.10 menit mereka berempat sudah bersiap-siap berangkat sekolah dengan pakaian yang sudah rapi dan super wangi, kebetulan efan berbeda dengan ketiga sahabatnya itu, lebih jauh efan dibandingkan sekolah ketiga sahabatnya efan harus melewati jalan raya, jalan kereta api dan lapangan sepak bola. Teman-teman...aku berangkat dulu ya."assalamu'alaikum" kata efan sambil mengangkat sepatunya yang ada dirak, "wa 'alaikum salam" ketiga sahabatnya itu menjawab. Hai fan jangan lupa ya salam buat cewek-cewek yang cantik ! kata sofie sambil melambaikan tangannya, yang ntar gampang lah kalau aku sempet. Efan bukan nya langsung kesekolahan, malah mampir dulu kewarung makan kebetulan warungnya tidak jauh dari pondok. Langsung duduk aja efan "mbok maem...!!. efan dengan lahapnya makan satu piring habis disambung dengan rokok super, terlalu nikmatnya efan menghisap satu bataang rokok kalau habis makan tanpa merokok seola-ola dia belum merasakan enaknya makan, terlalu nikmatnya dia berkali-kali menghisap rokok efan tidak tau kalau suadah jam 07.10 menit."Astaghfirullah hal 'adzim" aku dah terlambat niE...??? MBOK pinten niki maeme kale mendoan setunggal, rokoke setunggal, patangewu fan, seru mbok iyem. Niki mbok "kata efan sambil memberikan uangnya".aduh aku wes kawanen kie " dalam hati kecilnya efan" sambil keluar dari warung dan berlari secepat mungkin, kebetulan jam pertama pelajaran bahasa indonesia terlambat lima menit aja nggak boleh masuk, sesampai didepan sekolahan ternyata pintu gerbang sudah dikunci " aduh sial" seru efan, sambil mengoyang-goyangkan pintu gerbang agar pak guru/ bu guru yang mendengarnya, ternyata pak mulyaono melihat efan. Kenapa kamu terlambat...! udah jam berapa ini...? sambil membukakan pintu gerbang, maaf pak tadi aku makan dulu" seru efan" merengek belas kasih. Perut aja yang kamu urusin...! efan tertawa he..he. ya udah sekarang kamu saya hukum "kata pak guru" membaca koran dilapangan basket sampai jam pertama habis. Begitu terkejutnya efan mendengar ucapan pak guru. Nggak salah tu pak...?apanya yang salah justru kamu yang salah tapi.. tapi pak sambil mengerutkan dahinya, nggak ada tapi-tapian"kata pak guru".sambil menarik tangan efan kelapangan basket. Sudah kamu duduk dulu, pak guru ambilkan koran diperpus. " dasar guru tak punya hati " seru efan dalam hati kecilnya, tak lama kemudian pak guru keluar dari perpus membawa koran yang sudah dijilid ini korannya kamu baca sampai jam pertama habis! Seraya melempar senyum kepada efan.
Sungguh malangnya nasib efan pagi-pagi suadah membaca koran dilapangan basket, baru pertama kali efan terlambat masuk disuruh membaca koran efan hanya membuka perlembar koran yang tebalnya minta ampun, lama kelamaan efan bosan nungguin jam pertama habis dia meliaht sapu yang ada disamping pintu perpustakaan dan mengambilnya untuk menyapu lapangan basket" lumyan ni bisa tuk baring-baring seru efan, akhirnya efan terlelap tidur juga dilapangan basket dengan posisi tengkurap. Teng...teng..teng. lonceng berbunyi menunjukkan jam pertama habis efan masih terlelap tidur bersama koran dan sapu disampingnya tanpa mendengarkan lonceng telah berbunyi, teman-teman efan juga bingung ada pa tu anak? Semua temanya mentertawai efan..ha..ha..ha dasar tukang turuan, seketikanya efan reflek bangun dengan mata sipit penuh malu dan amarah seakan-akan harga diri efan dicorang-coreng ole seseorang. Dari kejadian tadi ternyata ada hikmahnya juga buat efan, dia jadi terkenal disekolahan cewek-cewek disekolahan nya dia gemes pada efan semakin GR lah efan, dia berubah draktis mulai dari cara berbicara, berpakaian, rambutnya,pokoknya super cool dech..!, seolah-olah dia jadi pangeran kucing disekolahannya tiap harinya dia hanya menggombal sama cewek-cewek tanpa memperdulikan temanya.
Teman-teman sekamarnya juga heran lihat sikapnya efan yang hari-hari ini dia rajin banget nyuci pakaiannya, nyetrika baju dan mandi juga kadang-kadang sehari ncuman dua kali malah sehari kadang nggak mandi hanya cuci muka dengan sabun andalannya "BIORE", sekarang malah mandinya malah sehari tiga kali, kayaknya sudah menjadi hukum wajib bagi efan teman-teman kamarnya bertannya kepada efan. "Aya naon atuh kok rajin banget.....heh kalian tuh pada sadar nggak sih, kita tu di pondok harus rajin kalau nggak mulai dari sekarang kapan lagi coba....!!! seru efan, sambil mengajung-acungkan tangannya "waduh...dikamar kita sudah ada pak ustadz baru ni....!!! seru rizky sofie dan abdel mentertawai efan ha...ha...ha...! udahlah... kalian jangan ngedek, pusing aku lihat kalian mulai sekarang kita urus diri kita sendiri-sendiri seru efan dengan nada yang tinggi dan melempar asbak rokok di dekat mereka seraya keluar dari kamarnya. Ketiga temannya hanya bisa diam mengerutkan dahinya. " udahlah...!!! kalian jangan diambil hati apa yang di katakan efan tadi seru sofie sambil memegang kedua pundaknya, mungkin ada faktor sesuatu yang membuat sikapnya berubah. Kita sebagai temannya harus selalu tidak bosan- bosan menasehatinya, abdel dan rizky hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Suasana kamar mereka menjadi penuh dengan keangkuhan, kesombongan dan lantunan-lantunan kata yang nggak enak di dengar dari mulut efan. Semenjak kejadian itu efan mersa tidak mempunya teman,dan dikucilkan oleh mereka, setiap minggunya efan mendapat surat dari wanita-wanita yang mengaguminya hingga dia bosan membacanya, " aduh aku bisa gila wadon nich....kalau dapat surat terus, dalam benak pikiran efan" sambil mengusap- usapkan kepalanya, masya ALLAH efan, Ente kenapa.wajah kamu muram begitu, seru sofie yang baru saja keluar dari kamar mandi efan tak bangak berkata dia langsung memeluk sofie seraya menangis. Ada apa ni tanya sofie, sofie aku minta maaf apa yang udah aku lakuin sama kalian. Lepaslah pelukanmu kayak bertahun-tahun aja nggak pernah bertemu. Ya udah....!!! sekarang cerita aja apa masalah kamu. Ucap sofie,efan lantas duduk, aku lagi nggak seneg dan sebel sama mereka " grutu efan atas kedekatan sofie." Sebel....!!! lho kok....??? sebel sama siap sich kok bisa sampai begitu," tanya sofie penasaran. " itu lihat semuanya!!! Seraya menunjuk setumpuk surat bermacam-macam yang berserakan di samping rak buku."yang ini dari lisa mba'nya janwar" sofie lantas membuka kertas berlahan-lahan
Dear efan di buy suci
Hai pangeran, kembang kehidupanku... lagi ngapain ???
Maaf sebelumnya, aku bingung mau manggil kamu apa. Karena tak ada yang layak di jadikan sebutan untuk memanggilmu kamu tarlalu cakep dari itu semua. Efan jangan bilang aku sok romantis yach, aku memeng romantis abiz sich, he he,,,. Tanya aja semua bocah bocah komplek F kalau kamu ga percaya !
Langsung aja aku pernah ketemu kamu secara ngga' sengaja pas kamu keluar pondok, temanku juga bilang kamu adalah santri Sumatra. Selanjutnya suwer aku tidak bisa nglupain wajah kamu semenjak kita bertemu, efan siang dan malam aku selalu memimpikan kamu.makannya dengan seluruh kenakatan ku kirimkan sepucuk surat ini karena (aku mengagumimu) met ultah yach….. kunanti cintamu
Dari lissa imoet
Selesai membaca sosfie tertawa sampai bahunya berguncang-guncang kencang. " korban sinetron nich anak, gombal dan norak abiz, efan yang mendengar komentar sofie cuman menarik nafas panjang. " bayangin sof.....hai pangeranku terlalu cakep, siang malam mimpiin aku, gombal bangetkan tu berarti siang malam kerjaan dia cuman tidur, dan ngayalin orang, " ujar efan. Sofie semakin tretawa mendengar komentar efan terus kamu lihat yang ini sof ucap efan sambil menyodorkan kertas yang berwarna pink.
Assalamu 'alaikum wr wb
Dengan datangnya surat ini saya ingin memberitahukan bahwa aku telah lama mengagumimu, semakin aku simpan perasaan ini aku makin menyimpan bahwa aku mencintaimu.maka dari itu aku ingin kamu jadi pacarku ! .
Mohon dengan sangat untuk di jawab secepatnya. Oh ya selamat ulang tahun.
Wassalamu 'alaikum wr wb
Dari ku yang mengagumimu
Siti maharani
:"ini surat cinta apa surat izin ngga' masuk sekolah sich, padahal anaknya cakep loh, " ujar efan sambil cengengesan. Sofie yang tepat di samping efan cuman diam mendengar komentar barusan.
Setelah sofi selesai membaca surat, abdel dan rizki datang dari sampang membeli kaos mereka berdua heran"loh kalian kok udah baikan." Efan mendekati abdel dan rizky. Maafin aku yach !!! selama ini apa yang udah aku lakuin sama kalian, yang jelas kami maafin lah berarti hari ini kita baikan donk, kata rizky makasich yach, seru efan makannya kamu tuh kalau lagi naik daun jangan seenaknya sendiri donk tanpa memperdulikan teman, komentar abdel, yah......sekali lagi aku minta maaf. Yach kalian memang sahabat sejatiku yang selama ini belum pernah aku temuin. Makasih ...........
By : @den
Tidak ada komentar:
Posting Komentar