Kamis, 28 April 2011

humor (sate babi) ala gus dur

Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
Gus Dur: Babi
Ajudan: Yang lebih haram lagi
Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi!
Ajudan: Yang paling haram?
Gus Dur: Mmmm … nggg … babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi!

 sumber     :   http://nusantaranews.wordpress.com/2009/12/31/kumpulan-anekdotjoke-gus-dur/
»»  baca selengkapnya...

biografi kh. abdullah gymnastiar (aa gym)

A. Keluarga Dan Masa Mudanya
Bermula dari bandung, beliau lahir pada hari senin tanggal 29 Januari 1962, beliau adalah putera tertua dari empat bersaudara pasangan letnan kolonel (letkol) H. Engkus Kuswara dan Ny. Hj. Yeti Rohayati. Saudara kandung lainnya adalah: Abdurrahman Yuri, Agung Gunmartin, dan Fathimah Genstreed.
Aa Gym lahir dari keluarga yang dikenal religius dan disiplin, meskipun religius tetapi pendidikan agama yang ditanamkan oleh orang tuanya sebenarnya sama dengan keluarga lain pada umumnya, akan tetapi disiplin ketat namun demokratis telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pola hidupnya sejak kecil, karena ayahnya adalah seorang perwira angkatan darat.
Sebgai putera seorang tentara, dia bahkan pernah diamanahkan menjadi komandan resimen mahasiswa (menwa) Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani, Bandung. “Disini kepanduan namanya, disiplin tidak selalu berbentuk militerisasi, kami disini menegakkan disiplin tanpa kekerasan dan kekasaran, tidak ada kekuatan tanpa disipin” ujar Aa seperti dikutip harian Kompas (22/06/2000). Dan ternyata kekuatan yang semacam inilah yang justru membuat dirinya dan dua orang adiknya memiliki rasa percaya diri, mampu hidup prihatin, pantang menyerah, da kental dengan rasa kesetiakawanan.
Dimata Aa Gym sosok sang adik (Agung Gunmartin) ternyata sangat berpengaruh. “Saya dapat pelajaran membuka mata hati saya dari adik laki-laki saya yang lumpuh seluruh tubuhnya dalam menghadapi maut” seperti yang dikutip harian Republika (07/05/2000). Dia tidak bisa melupakan saat-saat bersama adiknya yang mengalami kelumpuhan total. “Kalau kuliah saya menggendongnya” ungkapnya mengenang. Pernah suatu ketika Aa Gym menanyakan kepada sang adik “mengapa sudah tidak berdaya masih terus kuliah?” adiknya menjawab “kalau orang lain ibadahnya dengan berjuang, mudah-mudahan keinginan saya untuk terus kuliah bernilai ibadah”. Pelajaran lain yang diperoleh dari sang adik adalah dia tidak pernah mengeluh. Aa Gym masih ingat sewaktu adiknya berkata “Kalau orang lain punya bekal untuk pulang dengan berbuat sesuatu, saya ingin mengumpulkan bekal pulang dengan bersabar”.
Aa Gym mengaku bahwa guru pertamanya adalah adiknya sendiri yang biasa dipanggil A Agung. “Saya bersyukur memperoleh guru yang sosoknya seperti adik saya, guru saya adalah seorang yang lemah fisiknya. Saya diajari bahwa saya haru menghargai dan memperhatikan orang-orang yang lemah disekeliling saya”. Adik Aa Gym yang meninggal dipangkuannya inilah yang membuat perubahan-perubahan yang sangat berarti dalam diri Aa Gym selanjutnya.
Pada masa mudanya, selain menuntut ilmu dan aktif berorganisasi, Aa Gym juga memiliki kegemaran berdagang. Dialah yang memelopori pembuatan stiker-stiker barsablon yang menunjukkan kekuatan dan keindahan Islam, dia juga pernah berjualan minyak wangi. Seraya tertawa dia bercerita, pernah seharian suntuk ia membersihkan botol-botol minyak gosok PPO untuk diisi minyak wangi hasil racikannya. Seluruh hasil kerja Aa Gym akhirnya membuahkan hasil, dia kemudian dapat membeli 1 unit mobil angkutan kota (angkot) dan kadang-kadang dia yang menjadi supirnya. Jika ada acara wisuda, dia menjual baterai dan film, selain itu juga kadang-kadang dia mengamen dari satu rumah makan ke rumah makan lainnya. “Sebenarnya tujuan saya mengamen ini bukan untuk mencari uang, melainkan ingin berlatih dalam berhadapan dengan orang lain, tapi ya lumayan juga dapat uang” ujarnya.

B. Hubungan Antar Saudara
Ayah dan ibu sayalah yang mendidik saya untuk mengenal kedisplinan. Saya juga merasakan bahwa saya senantiasa dilatih untuk memegang kesetiaan. Bila saya dan adik-adik saya berkelahi, yang dihukum bukan satu orang tetapi semuanya. Mengapa? Ini lantaran anak laki-lakinya berjumlah tiga orang dan satu lagi seorang wanita.
Keadaan seperti itu sangat membekas di hati saya sehingga saya bersama saudara-saudara kandung saya sulit sekali berpisah. Saya mengalami kesulitan untuk jauh dari adik-adik saya. Maksud saya, jauh tidak secara fisik namun secara batin. Misalnya secara batiniah, saya tidak rela adik-adik saya tidak memiliki rumah ataupun kendaraan. Saya dan adik-adik ada keterikatan batin yang sangat tinggi.
Namun demikian, saya dan adik-adik saya sangat menjaga harga diri masing-masing. Adik-adik saya tidak ada yang berani meminta sesuatu kepada saya. Ini lantaran, ya itu tadi, harga diri menjadi hal yang sangat ditekankan dalam menjalani hidup.
Inilah etika keluarga yang senantiasa kami junjung tinggi. Masing-masing dari kami sangat menghormati hubungan kami yang dilandasi tidak saling meminta.Keadaan seperti ini sungguh membekas didalam diri saya. Dan apa yang saya alami di dalam keluarga saya ini saya terapkan di lingkungan pesantren saya.
Misalnya saja, suatu ketika anak saya terlambat mendaftar untuk mengikuti pesantren kilat di DT. Saya pun tidak ingin memanfaatkan posisi saya agar anak saya diprioritaskan. Meskipun anak saya menangis, saya tetap tidak mau meminta anak saya diizinkan untuk diterima.

C. Aa Gym Sebagai Kepala Keluarga
Abdullah Gymnastiar memang lebih populer dipanggil Aa Gym, karena sebagian besar jama’ahnya adalah para pemuda, Aa dalam bahasa sunda berarti kakak. Dari pernikahannya dengan Ninih Muthmainnah Muhsin (cucu dari KH. Moh Tasdiqin –pengasuh pondok pesantren Kalangsari, Cijulang, Ciamis Selatan-) Allah mengaruniakan enam orang anak yakni; Ghaida Tsuraya, Muhammad Ghazi Al-Ghifari, Ghina Raudhatul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fathimah dan Ghaza Muhammad Al-Ghazali. Anak-anaknya tersebut dididik dengan penuh disiplin dan religius, tetapi tetap dalam suasana demokratis.
Dalam lingkungan keluarganya, Aa Gym tampaknya berusaha menciptakan suasana yang enak dan egaliter agar istri dan anak-anaknya dapat mengoreksi dirinya secara terbuka dan ikhlas. Seperti yang dituturkan oleh Aa Gym sendiri bahwa seminggu sekali biasanya dia mengumpulkan seluruh anggota keluarganya dan meminta mereka supaya menilai dirinya.
Rupanya bagi Aa Gym sendiri, kebiasaan positif semacam ini harus dipupuk agar dapat membuat dirinya tidak anti kritik. “Saya mencoba membuat diri saya terbuka dan dapat disoroti dari sudut manapun, dan saya juga membutuhkan kritik untuk memperbaiki diri saya” ungkapnya dalam salah satu wawancara.
Aa Gym kemudian berusaha melebarkan proses penilaian diri kepada kalangan santri, orang-orang yang ada di sekelilingnya dan para tetangga yang sehari-hari amat dekat dengannya. Mereka diminta agar terus-menerus mengoreksi dirinya agar supaya tetap berada di jalur yang benar dengan cara apapun. Aa Gym yakin bahwa semakin dirinya dapat dibuat terbuka dan dapat menerima kritikan orang lain tanpa kedongkolan atau kejengkelan, maka kemampuan dirinya akan semakin membaik dari hari ke hari.
Inilah barangkali akar-akar kultural yang memberikan pengaruh fundamental yang cukup signifikan dalam diri Aa Gym, sehingga ia bisa tampil menjadi sosok Kiai masa depan ummat yang bersifat terbuka dan moderat seperti sekarang ini.

D. Pendidikan Aa Gym
Latar belakang pendidikan formal Aa Gym, apalagi bila dikaitkan dengan posisi dirinya sekarang ini tampak cukup unik. Diawali dari SD (Sekolah Dasar) Sukarasa III Bandung, SMP (Sekolah Menengah Pertama) 12 Bandung, SMA (Sekolah Menegah Atas) 5 Bandung, kemudian dilanjutkan dengan kuliah selama satu tahun di Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Unpad, terakhir di Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (kini Universitas Ahmad Yani -Unjani-) hingga sarjana muda, waktu itu Aa Gym meraih gelar Bachelor of Electrical Engineering. Sebenarnya Aa Gym ingin meneruskan kuliahnya hingga S1, namun waktu itu ia sudah jarang kuliah dan dia tidak enak karena tidak mengikuti prosedur yang semestinya.
Dari prestasi akademik beliau juga masuk peringkat yng lumayan, misalnya waktu SD ia menjadi siswa berprestasi kedua dengan selisih hanya satu angka dari sang juara. Dan sewaktu kuliah pun nilai-nilai akademik Aa Gym tetap terjaga dengan baik sehingga beliau sempat terpilih untuk mewakili kampusnya dalam pemilihan mahasiswa teladan. Dengan kata lain, banyak prestasi yang diperoleh pada waktu remaja dan beranjak sebagai pemuda. Di rumah Aa Gym berjejer rapi piala dan penghargaan lain akibat prestasi Aa Gym tersebut.
Pada tahun 1990, Aa Gym telah diberi amanah oleh jama’ahnya untuk menjadi ketua Yayasan Darut Tauhid, Bandung. Dari sini terlihat bahwa secara formal Aa Gym sebenarnya tidak dibesarkan atau dididik di lingkungan pesantren yang ketat ( terutama pesantren dalam pengertian tradisional). Dalam kaitan ini Aa Gym mengakui ada hal-hal yag tidak biasa dalam perjalanan hidupnya. “Secara syari’at memang sulit diukur bagaimana saya bisa menjadi Aa yang seperti sekarang ini” ujarnya. “Akan tetapi, lanjutnya, saya merasakan sendiri bagaimana Allah seolah-olah telah mempersiapkan diri saya untuk menjadi pejuang di jalan-Nya”. Dengan hati-hati dan tawadhu ia menuturkan pencarian jati dirinya yang diwarnai beberapa peristiwa aneh yang mungkin hanya bisa disimak lewat pendekatan imani.

E. Belajar kepada Adik
Di rumah saya itu pulalah saya kemudian menjumpai adik saya yang nomer tida yang keadaan fisiknya lemah sekali. Dimasa kecilnya, adik saya itu diambil sumsum tulang belakangnya lantaran sakit. Kalau tak salah, sakit step. Jadi, adik saya itu katanya mengalami pengeringan sumsum. Perlahan sekali mata adik saya menjadi juling. Separuh tubuhnya kaku. Jalannya pun tidak normal, yaitu dengan menggeserkan tubuhnya.
Disinilah saya seperti menjumpai sebuah kehidupan yang lain daripada yang lain. Dibalik segala kelemahannya sebagai manusia saya melihat adik saya itu sebagai orang hebat. Diantara kita sekeluarga, adik saya itu paling shaleh. Pemahaman agamanya, menurut saya terbaik diantara kami sekeluarga. Dan yang paling mengherankan saya, dia itu bicaranya bagus. Pokoknya berbobotlah.
Saya ini pernah menyabet juara pidato di kampus. Saya juga dikenal sebagai pembicara yang mampu mempengaruhi orang lain. Namun, bila dibandingkan dengan adik saya, saya kalah jauh. Kata-kata yang diucapkan adik saya ini lebih bersih ketimbang kata-kata saya. Saya merasakan sekali adik saya ini memiliki daya gugah. Saya heran sekali tentang ini.
Pokoknya, kalau dia ngomong saya merasa kalah. Saya terus merenungkan tentang hal ini. Suatu ketika, dia memberikan nasihat yang sangat mengesankan saya. Kalau tak salah, dia berkata begini,”Aa itu tidak akan pernah bahagia, kecuali Aa mengenal dan mencintai Allah. Dan Aa tidak akan pernah mencapai kemuliaan yang hakiki, kecuali Aa mengenal dan meniru Rasulullah”.
Sayalah yang kemudian mengantar adik saya yang malah terus rajin kuliah di jurusan Ekonomi Unpad. Saya senantiasa menggendongnya untuk menuju ruang kuliahnya. Saya kemudian tidur satu kamar dengan adik saya ini. Dia tak kenal menyerah,padahal keadaannya terus melemah. Duduk pun sudah tidak bisa. Tangannya pun lama-kelamaan sudah susah bergerak. namun, semua itu tidak menghalanginya untuk tidak tersenyum. Dia senantiasa menampakkan wajah yang ceria.
Jadi, dengan keadaan adik saya seperti itu saya bisa belajar banyak. Saya waktu itu dipuji sana-sini. Saya merasakan sekali bahwa adik saya tiu jauh lebih besar daripada saya. Apa yang sudah saya capai tampak kecil dibandingkan dengan kehidupan adik saya.
Shalat tajahud pun tidak pernah dilepasnya. Sayalah yang senantiasa menggendongnya bila kami berdua akan ke mesjid. Meskipun untuk bernapas sudah susah sekali, dia tetap mendisplinkan diri untuk ke mesjid. Sampai akhirnya dia meninggal di pangkuan saya.
Dialah guru saya yang pertama. Guru pertama saya ini adalah seorang yang cacat, yang lumpuh, yang matanya juling, yang telinganya hampir tuli, yang tidak bergerak. Lalu bagaimana mungkin saya meremehkan orang lain, bila guru saya sendiri lebih muda daripada saya dan seorang yang tidak berdaya? Ini merupakan pelajaran yang teramat berharga dari Allah SWT.
Dari pengalaman berinteraksi dengan adik saya, yang merupakan guru pertama saya, inilah saya kemudian mencari guru-guru yang lain. Jadi kalau masyarakat mau tahu bagaimana Allah membimbing saya, ya Dia berika kepada saya guru yang jauh lebih muda dari saya, orang yang lemah tak berdaya, orang yang cacat, lumpuh. Dan sekarang, kalau saya didengar oleh begitu banyak orang, saya berharap pahalanya diberikan kepada guru pertama saya itu.

F. Peristiwa Yang Merubah Jalan Hidup Aa Gym
Bermula dari sebuah pengalaman langka, nyaris sekeluarga (Ibu, Adik dan Dirinya sendiri) pada suatu ketika dalam tidur mereka secara bergiliran bertemu dengan Rasulullah SAW……Sang Ibu bermimpi mendapati Rasulullah sedang mencari-cari seseorang………Pada malam yang lain giliran salah seorang adiknya bermimpi Rasulullah mendatangi rumah mereka. Ketika itu Ayahnya langsung menyuruh Gymnastiar, “Gym, ayolah temani Rasul”. Ketika ditemui ternyata Rasul menyuruh Gymnastiar untuk menyeru orang-orang agar mendirikan shalat. Beberapa malam setelah itu, Aa memimpikan hal yang sama. dalam mimpinya, dia sempat ikut shalat berjama’ah dengan Rasulullah dan keempat sahabat (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) pada saat itu Aa Gym berdiri disamping Ali, sementara Rasulullah bertindak sebagai imam. Namun sebelum mimpi ini, terlebih dahulu ia bermimpi didatangi oleh seorang tua yang berjubah putih bersih dan kemudian mencuci mukanya dengan ekor bulu merak yang disaputi madu. Setelah itu, orang tua tersebut berkata, “Insya Allah kelak ia akan menjadi orang yang mulia”. Aa Gym mengaku sulit melupakan mimpi yang ini.
Setelah peristiwa mimpi itu, Aa Gym merasa mengalami guncangan batin, rasa takutnya akan perbuatan dosa membuat dia berperilaku aneh dimata orang lain, misalnya sering Aa Gym menangis ketika ada orang yang menyebut nama Allah, atau hatinya jengkel bila pagi tiba karena sedang asyik bertahajjud. Melihat tingkah lakunya ini, orang tuanya bahkan sempat menyarankan dirinya agar mengunjungi psikiater.
Salah satu pengalaman menarik yang diungkapkannya belakangan ini berkaitan dengan masa-masa menjalani pengalaman spiritual dulu adalah tentang kata “Allah” yang senantiasa tidak pernah lepas dari bibirnya. Kata Aa Gym pula, sang istri dulu tertarik pada dirinya lantaran dia sering mengucapkan “Bismillah” dan “Alhamdulillah”. Dengan kata lain, pada masa-masa itu Aa Gym telah mengalami mabuk kepayang kepada Allah SWT.
Menurut Aa Gym setelah melalui proses pencarian itu, dia bertemu dengan empat orang ulama yang sangat memahami keadaannya. Seorang ulma sepuh yang pertama kali ditemuinya itu mengatakan bahwa dia telah dikaruniai tanazzul oleh Allah, yakni proses secara langsung dibukakan hatinya untuk mengenal-Nya tanpa proses riyadhoh. Sementara KH. Khoer Affandi, seorang ulama tasawwuf terkenal dan juga pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, yang ditemuinya berdasarkan saran ulama sepuh yang pertama kali ditemuinya tersebut mengatakan bahwa dirinya telah dikaruniai ma’rifatullah. Dua ulama lain juga mengatakan hal yang serupa dengan ulama tasawwuf diatas, keduanya adalah Ayah dan Kakek seorang wanita yang kini menjadi pendamping hidupnya. Keempat ulama ini bagi Aa Gym, jasanya jelas tidak dapat dilupakan karena telah memberi les kepadanya tanpa harus nyantri bertahun-tahun lamanya.
“Mungkin berkat ilmu tersebut, lidah dan pikiran saya dimudahkan oleh-Nya untuk menjelaskan sesuatu kepada masyarakat” ujarnya. Memang diakui oleh Aa Gym sendiri, hampir setiap hari dia dapat mengajar sekaligus belajar kepada banyak orang. Dia lebih sering menimba ilmu dari lingkungan sekitarnya, terutama kepada orang-orang yang dijumpainya. Dengan cara seperti itulah materi-materi yang disampaikan oleh Aa Gym bisa sesuai dengan kehidupan dan perkembangan masyarakat pada saat itu.

G. Karya-karya Aa Gym
Diantara tulisan lepas beliau adalah : Getaran Allah di Padang Arafah, Indahnya Hidup Bersama Rasulullah, Nilai hakiki Do’a, Seni Menata Hati Dalam Bergaul, Membangun Kredibilitas : Kiat Praktis, Menjadi Orang Terpercaya, Seni Mengkritik dan Menerima Kritik, Mengatasi Minder, Ma’rifatullah, Lima Kiat Praktis Menghadapi Persoalan Hidup, Bersikap Ramah Itu Indah dan Mulia, Menuju Keluarga Sakinah, dll.

Referensi:
- Dikutip dari buku: ‘Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid’ penerbit Mizan hal 245-252
- Aziz’s blog
»»  baca selengkapnya...

biografi KH zainudin MZ

Terlahir dengan nama Zainuddin Muhammad Zein lalu biasa dikenal sebagai KH Zainuddin MZ, lahir di Jakarta, 2 Maret 1951,ia adalah seorang pemuka agama Islam di Indonesia. Julukannya adalah “Dai sejuta umat”.

Anak tunggal buah cinta pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli ini sejak kecil memang sudah nampak mahir berpidato. Udin -nama panggilan keluarganya- suka naik ke atas meja untuk berpidato di depan tamu yang berkunjung ke rumah kakeknya. ‘Kenakalan’ berpidatonya itu tersalurkan ketika mulai masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta. Di sekolah ini ia belajar pidato dalam forum Ta’limul Muhadharah (belajar berpidato). Kebiasaannya membanyol dan mendongeng terus berkembang. Setiap kali tampil, ia memukau teman-temannya. Kemampuannya itu terus terasah, berbarengan permintaan ceramah yang terus mengalir.

Karena ceramahnya sering dihadiri puluhan ribu ummat, maka tak salah kalau pers menjulukinya ‘Da’i Berjuta Umat’. Suami Hj. Kholilah ini semakin dikenal masyarakat ketika ceramahnya mulai memasuki dunia rekaman. Kasetnya beredar bukan saja di seluruh pelosok Nusantara, tapi juga ke beberapa negara Asia. Sejak itu, da’i yang punya hobi mendengarkan lagu-lagu dangdut ini mulai dilirik oleh beberapa stasiun televisi. Bahkan dikontrak oleh sebuah biro perjalanan haji yang bekerjasama dengan televisi swasta bersafari bersama artis ke berbagai daerah yang disebut ‘Nada dan Da’wah.

Kepiawaian ceramahnya sempat mengantarkan Zainuddin ke dunia politik. Pada tahun 1977-1982 ia bergabung dengan partai berlambang Ka’bah (PPP). Jabatannya pun bertambah, selain da’i juga sebagai politikus. Selain itu, keterlibatannya dalam PPP tidak bisa dilepaskan dari guru ngajinya, KH Idham Chalid. Sebab, gurunya yang pernah jadi ketua umum PB NU itu salah seorang deklarator PPP. Dia mengaku lama nyantri di Ponpes Idham Khalid yang berada di bilangan Cipete, yang belakangan identik sebagai kubu dalam NU.

Pada 20 Januari 2002 beliau bersama rekan-rekannya mendeklarasikan PPP Reformasi yang kemudian berubah nama menjadi Partai Bintang Reformasi dalam Muktamar Luar Biasa pada 8-9 April 2003 di Jakarta. Ia juga secara resmi ditetapkan sebagai calon presiden oleh partai ini. Zainuddin MZ menjabat sebagai Ketua umum PBR sampai tahun 2006.

Saat ini KH. Zainuddin MZ telah kembali fokus untuk menebarkan dakwah dan kembali berada ditengah-tengah umat.

Ia menyatakan ketidaksetujuannya atas beberapa peristiwa pelanggaran hak asasi yang terjadi belakangan. Mulai dari pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo, pemukulan aktivis ICW, dan ide pemberian senjata api terhadap Satpol PP.

“Pertama, kita memang sedang mengalami setback, terutama dalam tekad memberantas korupsi,” tutur Zainuddin kepada Media Indonesia. “Pelemahan KPK dan penyiksaan terhadap aktivis ICW. Itu pemandulan terhadap upaya pemberantasan korupsi.”

Ia menambahkan tindakan SBY menjenguk aktivis tersebut sudah bagus.

“Namun, alangkah lebih baik kalau tanpa menjenguk pun ia sudah punya political will untuk memerintahkan penyelesaian masalah tersebut. Kalau cuma jenguk tanpa tindakan lebih lanjut, saya pikir itu cuma tebar pesona saja,” tutur Zainuddin MZ.

Zainuddin juga menyatakan ketidaksetujuan terhadap pemberian senjata api kepada Satpol PP. “Tanpa bawa senjata api saja mereka sudah brutal, apalagi kalau punya.”
»»  baca selengkapnya...

taruhan kolam buaya

Alkisah ada seorang kaya raya sedang mengadakan pesta di rumahnya di kawasan Menteng. Kayanya orang ini nggak kira-kira, duitnya bejibun, belon rumahnya di Menteng ama di Pondok Indah, punya banyak simpanan cewek, abis itu dia juga punya helikopter & pesawat terbang. Pokoknya semuanya deh. Orangnya rada nyentrik. Kolam renangnya diisi banyak buaya. Lagi pada pesta di pinggir kolam, si doi berdiri di atas menara life guard supaya temen-temennya bisa ngeliat. Terus dia suruh semuanya tenang & berkata “Baiklah, orang pertama yg berani renang di kolam ini dari ujung
ke ujung bakalan gue kasih semua duit gue.” Semua pada diem. Si kaya ngeliat ke temen-tememnya dengan gemes lalu berkata “OK, orang pertama yang berani renang di kolam ini dari ujung ke ujung, gue kasih semua duit gue plus rumah gue.” Tetap nggak ada juga yang bereaksi. “OK, kalau gitu semua duit gue, rumah, mobil-mobil, pesawat terbang, semua milik gue, saham, surat berharga dan semua cewek gue, pokoke semua yg gue miliki.
“SPLASH!!! Ada yang terjun! Buaya-buaya pada ngerubutin tapi dia berkelit aje kayak Tarzan. Berkelit ke sono-sini, berkelahi juge dengan buaya itu. Akhirnya nyampe juga di seberang. Si kaya turun dari life guard tower lalu berlari ke orang itu.
Kaya: “Gile lu! Hebat bener, gua nggak nyangka kalo ada yang berani melakukannya. Elu mau duitnya sekarang?”
Nekad: “Nggak! gue nggak mau duit!”
Kaya: “Elu mau rumahnya sekarang?”
Nekad: “Nggak! gue nggak mau rumahnya”
Kaya: “Elu mau mobil ama pesawatnya sekarang atau ntar?”
Nekad: “Nggak! gue juga nggak mau pesawat”
Kaya: “Elu minta saham atau surat berharga?”
Nekad: “Nggak! gue nggak mau”
Kaya: “Elu minta cewek gue?”
Nekad: “Nggak gue juge nggak mau itu”
Kaya: “Habis, elu itu maunya apa?????”
Nekad: “Gue mau tahu siapa bajingan yang dorong gue tadi!”





sumber : http://puisionline.com/humor-paling-lucu
»»  baca selengkapnya...

salah doa

P
ada kegiatan do'a bersama yang dilakukan dimesjid. Ada salah seorang anak yang berdo'anya sangat serius, bahkan anak tersebut sampai meneteskan air mata. Setelah do'anya selesai, anak tersebut ditanya oleh salah satu temannya yang berada disampingnya.:
sholeh : " wah, kamu berdo'anya sangat serius sekali.
Heri : " iya, kali ini aku bener serius do'anya.
Sholeh : emang do'a apa si?
Heri : ya pokoknya do'a ku ini menyangkut harga diriku.
Sholeh : o, ya aku tau kamu mau ujian ya. Jadi berdo'a supaya lulus gitu?
Heri : ya. Tapi yang lebih bahaya lagi kalau sampai aku tidak lulus….!!!
Sholeh : kalau sampai tidak lulus memang bahaya apanya?
Heri : aku……aku..bisa diputus pacarku.
Sholeh : he…he…itu si do'a pacaran ..!!!

By: @den
»»  baca selengkapnya...

sahabat sejati

Pagi itu Efan merasakan sangat berbeda sekali dengan hari – hari yang lainya, entah kenapa seluruh jiwa dan raga Efan seolah – olah ada yang membisiki telinga Efan, dia terkejut hanya membuka matanya lebar – lebar melihat sofie, abdel dan rizky yang sedang asyik menikmati indahnya tidur. Efan beranjak bangun dari tempat tidurnya he...he...he...bangun – bangun udah subuh ni....??? tetapi sofie, abdel dan rizky bukanya langsung bangun dan mengambil air wudlu malah wajahnya mereka semua tertuju melihat Efan sambil kucek – kucek mata, Abdel bertanya kepada Efan, Fan tumben bisa bangun pagi – pagi...??Rizky dan Sofie menyaut, ah kayak ndak tau aja kamu, Efan kalau bisa bangun pagi – pagikan kalau sedang mimpi basah ha...ha...ha... sebuah bak bom molotov keluar dari mulut Rizky dan Sofie. Efan mengerutkan dahinya sambil duduk disebelah lemari, Efan tanpa mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya. Ia kaget atas ucapan tadi. Abdel beranjak berdiri " Maz Efan Aya naon atuh kang kok mlah tambah cemberut gitu Ooi"... sambil memegang pundaknya Efan seharusnya Ente tuh bersyukur sama ALLAH uah bisa bangun pagi – pagi seperti ini. Mendengar ucapan Abdel maka Efan tambah mengerutkan dahinya sambiltersenyum sepet. Ayo cepat ambl air wudlu ntar keburu habis lagi waktunya seru Efan sambil berdiri.
Setelah berwudlu sofie, Abdel dan Rizkyudah siap – siap untuk melaksanakan shalat subuh, manasih Efan lama banhget wudlunya seru Sofie, tak lama kemudian Efan muncul sambil membawa biore dan handuk, aku pinjam sarugnyalah, sarung aku kotor semua. Aah dasar kamu, tuu ambil aja di lemari, memang Efan orangnya agak pemalas jarang baanget nyuci pakaiannya sering – sering pakaiannya di londri terus, biasa Efan memang anaknya seorang konglo merat kirimanya aja satu bulan satu juta, dia di pondok boros banget belum aja ada satu bulan uangya udah habis. Terdengar qomat udah di komandangkanoleh muazin, ayo cepat kita ke masjid seru Rizky mereka berempat beranjak pergi meninggalkan kamaruntuk melaksanakan shalat subuh, kebetulan masjidnya nggak jauh dari compleknya.
Pukul 06.10 menit mereka berempat sudah bersiap-siap berangkat sekolah dengan pakaian yang sudah rapi dan super wangi, kebetulan efan berbeda dengan ketiga sahabatnya itu, lebih jauh efan dibandingkan sekolah ketiga sahabatnya efan harus melewati jalan raya, jalan kereta api dan lapangan sepak bola. Teman-teman...aku berangkat dulu ya."assalamu'alaikum" kata efan sambil mengangkat sepatunya yang ada dirak, "wa 'alaikum salam" ketiga sahabatnya itu menjawab. Hai fan jangan lupa ya salam buat cewek-cewek yang cantik ! kata sofie sambil melambaikan tangannya, yang ntar gampang lah kalau aku sempet. Efan bukan nya langsung kesekolahan, malah mampir dulu kewarung makan kebetulan warungnya tidak jauh dari pondok. Langsung duduk aja efan "mbok maem...!!. efan dengan lahapnya makan satu piring habis disambung dengan rokok super, terlalu nikmatnya efan menghisap satu bataang rokok kalau habis makan tanpa merokok seola-ola dia belum merasakan enaknya makan, terlalu nikmatnya dia berkali-kali menghisap rokok efan tidak tau kalau suadah jam 07.10 menit."Astaghfirullah hal 'adzim" aku dah terlambat niE...??? MBOK pinten niki maeme kale mendoan setunggal, rokoke setunggal, patangewu fan, seru mbok iyem. Niki mbok "kata efan sambil memberikan uangnya".aduh aku wes kawanen kie " dalam hati kecilnya efan" sambil keluar dari warung dan berlari secepat mungkin, kebetulan jam pertama pelajaran bahasa indonesia terlambat lima menit aja nggak boleh masuk, sesampai didepan sekolahan ternyata pintu gerbang sudah dikunci " aduh sial" seru efan, sambil mengoyang-goyangkan pintu gerbang agar pak guru/ bu guru yang mendengarnya, ternyata pak mulyaono melihat efan. Kenapa kamu terlambat...! udah jam berapa ini...? sambil membukakan pintu gerbang, maaf pak tadi aku makan dulu" seru efan" merengek belas kasih. Perut aja yang kamu urusin...! efan tertawa he..he. ya udah sekarang kamu saya hukum "kata pak guru" membaca koran dilapangan basket sampai jam pertama habis. Begitu terkejutnya efan mendengar ucapan pak guru. Nggak salah tu pak...?apanya yang salah justru kamu yang salah tapi.. tapi pak sambil mengerutkan dahinya, nggak ada tapi-tapian"kata pak guru".sambil menarik tangan efan kelapangan basket. Sudah kamu duduk dulu, pak guru ambilkan koran diperpus. " dasar guru tak punya hati " seru efan dalam hati kecilnya, tak lama kemudian pak guru keluar dari perpus membawa koran yang sudah dijilid ini korannya kamu baca sampai jam pertama habis! Seraya melempar senyum kepada efan.
Sungguh malangnya nasib efan pagi-pagi suadah membaca koran dilapangan basket, baru pertama kali efan terlambat masuk disuruh membaca koran efan hanya membuka perlembar koran yang tebalnya minta ampun, lama kelamaan efan bosan nungguin jam pertama habis dia meliaht sapu yang ada disamping pintu perpustakaan dan mengambilnya untuk menyapu lapangan basket" lumyan ni bisa tuk baring-baring seru efan, akhirnya efan terlelap tidur juga dilapangan basket dengan posisi tengkurap. Teng...teng..teng. lonceng berbunyi menunjukkan jam pertama habis efan masih terlelap tidur bersama koran dan sapu disampingnya tanpa mendengarkan lonceng telah berbunyi, teman-teman efan juga bingung ada pa tu anak? Semua temanya mentertawai efan..ha..ha..ha dasar tukang turuan, seketikanya efan reflek bangun dengan mata sipit penuh malu dan amarah seakan-akan harga diri efan dicorang-coreng ole seseorang. Dari kejadian tadi ternyata ada hikmahnya juga buat efan, dia jadi terkenal disekolahan cewek-cewek disekolahan nya dia gemes pada efan semakin GR lah efan, dia berubah draktis mulai dari cara berbicara, berpakaian, rambutnya,pokoknya super cool dech..!, seolah-olah dia jadi pangeran kucing disekolahannya tiap harinya dia hanya menggombal sama cewek-cewek tanpa memperdulikan temanya.
Teman-teman sekamarnya juga heran lihat sikapnya efan yang hari-hari ini dia rajin banget nyuci pakaiannya, nyetrika baju dan mandi juga kadang-kadang sehari ncuman dua kali malah sehari kadang nggak mandi hanya cuci muka dengan sabun andalannya "BIORE", sekarang malah mandinya malah sehari tiga kali, kayaknya sudah menjadi hukum wajib bagi efan teman-teman kamarnya bertannya kepada efan. "Aya naon atuh kok rajin banget.....heh kalian tuh pada sadar nggak sih, kita tu di pondok harus rajin kalau nggak mulai dari sekarang kapan lagi coba....!!! seru efan, sambil mengajung-acungkan tangannya "waduh...dikamar kita sudah ada pak ustadz baru ni....!!! seru rizky sofie dan abdel mentertawai efan ha...ha...ha...! udahlah... kalian jangan ngedek, pusing aku lihat kalian mulai sekarang kita urus diri kita sendiri-sendiri seru efan dengan nada yang tinggi dan melempar asbak rokok di dekat mereka seraya keluar dari kamarnya. Ketiga temannya hanya bisa diam mengerutkan dahinya. " udahlah...!!! kalian jangan diambil hati apa yang di katakan efan tadi seru sofie sambil memegang kedua pundaknya, mungkin ada faktor sesuatu yang membuat sikapnya berubah. Kita sebagai temannya harus selalu tidak bosan- bosan menasehatinya, abdel dan rizky hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Suasana kamar mereka menjadi penuh dengan keangkuhan, kesombongan dan lantunan-lantunan kata yang nggak enak di dengar dari mulut efan. Semenjak kejadian itu efan mersa tidak mempunya teman,dan dikucilkan oleh mereka, setiap minggunya efan mendapat surat dari wanita-wanita yang mengaguminya hingga dia bosan membacanya, " aduh aku bisa gila wadon nich....kalau dapat surat terus, dalam benak pikiran efan" sambil mengusap- usapkan kepalanya, masya ALLAH efan, Ente kenapa.wajah kamu muram begitu, seru sofie yang baru saja keluar dari kamar mandi efan tak bangak berkata dia langsung memeluk sofie seraya menangis. Ada apa ni tanya sofie, sofie aku minta maaf apa yang udah aku lakuin sama kalian. Lepaslah pelukanmu kayak bertahun-tahun aja nggak pernah bertemu. Ya udah....!!! sekarang cerita aja apa masalah kamu. Ucap sofie,efan lantas duduk, aku lagi nggak seneg dan sebel sama mereka " grutu efan atas kedekatan sofie." Sebel....!!! lho kok....??? sebel sama siap sich kok bisa sampai begitu," tanya sofie penasaran. " itu lihat semuanya!!! Seraya menunjuk setumpuk surat bermacam-macam yang berserakan di samping rak buku."yang ini dari lisa mba'nya janwar" sofie lantas membuka kertas berlahan-lahan







Dear efan di buy suci
Hai pangeran, kembang kehidupanku... lagi ngapain ???
Maaf sebelumnya, aku bingung mau manggil kamu apa. Karena tak ada yang layak di jadikan sebutan untuk memanggilmu kamu tarlalu cakep dari itu semua. Efan jangan bilang aku sok romantis yach, aku memeng romantis abiz sich, he he,,,. Tanya aja semua bocah bocah komplek F kalau kamu ga percaya !
Langsung aja aku pernah ketemu kamu secara ngga' sengaja pas kamu keluar pondok, temanku juga bilang kamu adalah santri Sumatra. Selanjutnya suwer aku tidak bisa nglupain wajah kamu semenjak kita bertemu, efan siang dan malam aku selalu memimpikan kamu.makannya dengan seluruh kenakatan ku kirimkan sepucuk surat ini karena (aku mengagumimu) met ultah yach….. kunanti cintamu
Dari lissa imoet

Selesai membaca sosfie tertawa sampai bahunya berguncang-guncang kencang. " korban sinetron nich anak, gombal dan norak abiz, efan yang mendengar komentar sofie cuman menarik nafas panjang. " bayangin sof.....hai pangeranku terlalu cakep, siang malam mimpiin aku, gombal bangetkan tu berarti siang malam kerjaan dia cuman tidur, dan ngayalin orang, " ujar efan. Sofie semakin tretawa mendengar komentar efan terus kamu lihat yang ini sof ucap efan sambil menyodorkan kertas yang berwarna pink.

Assalamu 'alaikum wr wb
Dengan datangnya surat ini saya ingin memberitahukan bahwa aku telah lama mengagumimu, semakin aku simpan perasaan ini aku makin menyimpan bahwa aku mencintaimu.maka dari itu aku ingin kamu jadi pacarku ! .
Mohon dengan sangat untuk di jawab secepatnya. Oh ya selamat ulang tahun.

Wassalamu 'alaikum wr wb
Dari ku yang mengagumimu

Siti maharani

:"ini surat cinta apa surat izin ngga' masuk sekolah sich, padahal anaknya cakep loh, " ujar efan sambil cengengesan. Sofie yang tepat di samping efan cuman diam mendengar komentar barusan.
Setelah sofi selesai membaca surat, abdel dan rizki datang dari sampang membeli kaos mereka berdua heran"loh kalian kok udah baikan." Efan mendekati abdel dan rizky. Maafin aku yach !!! selama ini apa yang udah aku lakuin sama kalian, yang jelas kami maafin lah berarti hari ini kita baikan donk, kata rizky makasich yach, seru efan makannya kamu tuh kalau lagi naik daun jangan seenaknya sendiri donk tanpa memperdulikan teman, komentar abdel, yah......sekali lagi aku minta maaf. Yach kalian memang sahabat sejatiku yang selama ini belum pernah aku temuin. Makasih ...........

By : @den
»»  baca selengkapnya...

konsultasi masalah jodoh

Suatu hari seorang pemuda datang kepada pendeta.:
Pemuda : " tuan pendeta, mengapa saya tidak pernah menemukan jodoh saya ? mengapa saya belum berhasil mendapatkan seorang pacar sekalipun?"
Pendeta : " gadis seperti apa yang kamu inginkan?"
Pemuda : " saya menginkan gadis yamg putih, cantik, tinggi, pintar, perhatihan, dan mencintai saya."
Pendeta : " ohhh… kalau begitu kamu harus melaksanakan ajaran 3B. "B " yang pertama adalah" BERUSAHA", apakah kamu sudah cukup berusaha?"
Pemuda : " wah….yang namanya usaha tuh sudah saya lakukan dengan maksimal. Sudah sangat banyak tempat yang saya lalui demi mendapatkan gadis impian saya itu."
Pendeta : "kalau gitu kamu harus melaksanakan " B "yang kedua, yaitu " BERDO'A" bila berdo'a dan berpuasa "
Pemuda : " pak pendeta, setiap hari saya berdo'a untuk hal ini, bahkan berpuasa senin dan kamis."
Pendeta : wah, mungkin kamu harus melaksanakan ajaran " B" yang ketiga."
Pemuda : " apa itu, pak?"
Pendeta : Kamu harus" BERCERMIN!" he..he..


BY: @den
»»  baca selengkapnya...

Sabtu, 23 April 2011

sekilas tentang pengertian tarbiyah

Pengertian Tarbiyah
Pengertian Tarbiyah secara bahasa adalah Tansyi`ah (pembentukan), Ri`ayah (pemeliharaan), Tanmiyah (pengembangan),dan Taujih (pengarahan).

Maka proses tarbiyah yang kita lakukan dengan menggunakan sarana dan media yang ragam dan bermacam-macam, seperti halaqoh, mabit, tatsqif, ta`lim fil masajid, mukhoyyam, lailatul katibah dan lainnya harus memperhatikan empat hal diatas sebagai langkah-langkah praktis untuk sampai pada tujuan strategis yaitu terbentuknya pribadi muslim da`i atau muslim shalih mushlih.

1. Tansyi`ah (pembentukan)

Dalam proses tansyi`ah harus memperhatikan tiga sisi penting
yaitu :

a. Pembentukan Ruhiyah Ma`nawiyah
Pembentukan ruhiyah ma`nawiyah dapat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan
ibadah ritual seperti qiyamul lail, shaum sunnah, tilawah Qur`an, dzikir dll.
Para Murabbi harus mampu menjadikan sarana-sarana tarbiyah semisal mabit,
lailatul katibah, jalsah ruhiyah, dalam membentuk pribadi Mutarabbi pada sisi
ruhiyah ma`nawiyahnya dan dirasakan serta disadari oleh Mutarabbi bahwa ia
sedang menjalani proses pembentukan ma`nawiyah ruhiyah. Jangan sampai mabit
hanya untuk mabit.

b. Pembentukan Fikriyah Tsaqofiyah.
Sarana dan media tarbiyah tsaqofiyah harus dijadikan sebagai sarana
dan media yang dapat membentuk peserta tarbiyah pada sisi fikriyah tsaqofiyah,
jangan sampai tatsqif untuk tatsqif dan ta`lim untuk ta`lim, tetapi harus jelas
tujuannya bahwa tatsqif untuk pembentukan tsaqofah yang benar dan utuh, ta`lim
untuk tafaqquh fid dien dan ini harus disadari dan dirasakan oleh Murabbi dan
Mutarabbi.
c. Amaliyah Harakiyah.
Proses tarbiyah selain bertujuan membentuk pribadi dari sisi ruhiyah
ma`nawiyah dan fikriyah tsaqofiyah juga bertujuan membentuk amaliah harakiyah
yang harus dilakukan secara berbarengan dan berkeseimbangan seperti kewajiban
rekruitmen dengan da`wah fardiyah, da`wah `ammah dan bentuk-bentuk nasyrud
da`wah lainya. …… serta pengelolaan halaqoh tarbawiyah yang baru
sehingga sisi ruhiyah ma`nawiyah dan fikriyah tsaqofiyah teraktualisasi dan
terformulasi dalam bentuk amal nyata dan kegiatan ril serta dirasakan oleh
lingkungan dan mayarakat luas.
2. Ar ri`ayah (pemeliharaan).
Kepribadian Islami yang sudah atau mulai terbentuk harus dijaga dan dipelihara ma`nawiyah, fikriyah dan amaliyahnya serta harus selalu dimutaba`ah (dikontrol) dan ditaqwim (dievaluasi) sehingga jangan sampai ada yang berkurang, menurun atau melemah. Dengan demikian kualitas dan kuantitas ibadah ritual, wawasan konseptual, fikrah dan harakah tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Tidak ada penurunan dalam tilawah yaumiyah, qiyamul lail, shaum sunnah, baca buku, tatsqif, liqoat tarbawiyah dan aktivitas da`wah serta pembinaan kader.

3. At Tanmiyah (pengembangan).

Dalam proses tarbiyah, Murabbi dan Mutarabbi tidak boleh puas dengan apa yang ada dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, apalagi mnganggap sudah sempurna. Murabbi dan Mutarabbi yang baik adalah Murabbi dan utarabbi yang selalu memperbaiki kekurangan dan kelemahan serta meningkatkan kualitas, berpandangan jauh kedepan, bahwa tarbiyah harus siap dan mampu
menawarkan konsep perubahan dan dapat mengajukan solusi dari berbagai
permasalahan ummat dan berani tampil memimpin umat. Oleh karenanya kualitas diri
dan jamaah merupakan suatu tuntutan dan kebutuhan dalam proses tarbiyah.

4. At Taujih (pengarahan) dan At Tauzhif (Pemberdayaan).

Tarbiyah tidak hanya bertujuan untuk melahirkan manusia yang baik dan berkualitas secara pribadi namun harus mampu memberdayakan …… dan kualitas diri untuk menjadi unsur perubah yang aktif dan produktif ( Al Muslim Ash Shalih Al Mushlih ). Murabbi dapat mengarahkan, memfungsikan dan memberdayakan Mutarabbinya sesuai dengan bidang dan kapasitasnya.Mutarabbi siap untuk diarahkan, ditugaskan, ditempatkan dan difungsikan, sehingga dapat memberikan kontribusi ril untuk da`wah, jamaah dan umat, tidak ragu berjuang dan berkorban demi tegaknya dienul Islam.

Diantara orang-orang yang beriman itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka telah janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah janjinya. “ ( QS 33 : 23 )

Indikasi keberhasilan tarbiyah bisa dilihat pada peran dankontribusi kader dalam penyebaran fikrah, pembentukan masyarakat Islam, memerangi kemunkaran memberantas kerusakan dan mampu mengarahkan dan membimbing
umat ke jalan Allah. Serta dalam keadaan siap menghadapi segala bentuk
kebathilan yang menghadang dan menghalangi lajunya da`wah Islam.

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu`min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga kepada mereka, mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh, itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur`an, dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain ) daripada Allah, maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar “ (QS 9 :111)

Semoga Allah selalu bersama kita dan kemenangan memihak kepada kita. Jika kamu membela (agama) Allah, pasti Allah memberikan kemenangan kepadamu dan mengokohkan kakimu diatas jalan yang haq
»»  baca selengkapnya...

cerpen ( santri g' nyambung)

SANTRI NGAK YAMBUNG

DI suatu hari yang cerah aku duduk termenung karena menikmat i indahnya cuaca pagi,udar yang segar dan sinagatkan cuaca pagi di sertai dengan kicauan burung yng begitu asik terbang kian kemari mencari makan sehingga semuanya membuatku tertegun dan hamper saja membuatku membuat dalam lamunan yang seketika mengingatkan aku pada masa waktu di pesantren baik manis dan pahitnya ketika di pesantren.
Dimana di suatu desa di kecamatan pelawan- singkut telah berdiri sebuah pesantren yang cukup besar dan terekenal di kecamatan itu. Pesantren tersebut di dirikan pada tahun 1989 yang di asuh oleh yang mempunya santri kurang lebih sebanyak 500 santri pada saat itu. Jumlah 500 santri yang meliputi dari keseluruhan santri yang ada. Baik putra maupun putrinya, yang mana peraturan di pesantren ini sangat ketat dan di siplin sekali. Ketika aku di masukan di pesantren ini yang letaknya lumayan jauh bagiku. Perjalan dari rumahku ke pesantren kalu di tempuh dengan naik motor menghabiskan waktu satu setengah jam perjalan, tapi kalu naik mobil kurang lebih kira kira dua jam setengah perjalan. Ketika aku di masukan pesantren ini aku sangat kaget dan merasa malu ketika menghadapi pak kyai dan para temen temen santri yang sudah lama disitu. Maklumlah namanya ja santri baru tentu butuh proses dalam masa pengenalan untukbisa saling mengenal dan beradap tasi di lingkungan pesantren. Pada awalnya aku merasa tidak betah karena merasa di cuekin sama temen temen mungkin karena aku orangnya pendiam atau karena sikapku sendiri yang membuat temen temen seperti itu, terkadang pula yang membuatku tidak betah karena ingat orang tua yang sudah berpisah jaraknya aku di pesantren sedangkan beliau di rumah.
Proses ini terus aku lalui dari waktu ke waktu, hari kehari dan bahkan berbulan bulan selama aku masih di sana seiring berlalunya waktu aku sudah mulai bisa menyesuaikan diri dan mendapat tanggapan yang baik dari teman-teman,ustadz,maupun pak kyai,sehingga aku semakin dekat dengan pak kyai maupun semua ustadz di situ, tapi aku hanya mempunyai sedikit dari beberapa temen yang lain sangat akrab dan dekat denganku. Yang menurut orng yang lebih baik untuk di jadikan temen dalam motifasi belajar.
Setelah dua tahun aku di situ dan sudah kelas tigas MTS akhirnya juga lulus, dan meneruskan aliyah juga disitu. Selama aku di pondok dengan keakrabanku sama pak ustadz dan pak kyai sehingga banyak dari temen temen yang merasaa iri atas kedekatanku dengan semua ustad dan pak kyai.lama-kelamaan aku juga menjadi ajudan pk kyai.ajudan adalaha orang yang paling dekat dengan pak kiyai atua yang menjadi tangan kanan pk kyai.aku jarang sekali dikamar,jd jarang ada waktu untuk kumpul sama teman-teman,setiap harinya aku selalu di panggil untuk berada di rumah pk kyai kamil,hingga membuat sebagian teman iri hati padaku,mereka sering mengejek dan menghinaku,mengatakan aku tidak pantas jadi ajudan pk kiyai.pak kiyai selalu menyuruh kesana- sini,jd waktu istirahat bagiku sangat sedikit dan jarang sekali.beliau juga orangnya keras dan kadang membuatku takut,tapi beliau kadang ramah,lembut,lucu,dan sebagainya.semuanya ada pada pk kyai.pernah beliau menyuruh ku mengambil sesuatu tapi sebelumnya beliau memang orang jawa asli sedangkan aku sendiri asli Sumatra,sehingga kadang beliau menyuruhku dengan memakai bahasa jawa dan membuatku kebingungan,sehingga terjadi dialog antara kami.
Beliau berkata
Pak kyai:”kang pendetaken agemane abah sing warna ireng teng lemari”tapi dari kata-katany yang sedikit ku mengerti dan dapat kucerna adalah warna ireng yang artinya warna hitam,kemudian tanpa membantah aku langsung kebelakang dan aku lihat ada plastic yang warna hitam yang juga nyantel dekat lemari,kemudian langsung kuambil plasti itu dank u bawa kedepan sambil berkata!
Adi(aku):ini bah, yang abah minta…….
Pk kyai:beliau tersenyum,namun kemudian wajahnya menjadi geram dan marah,lalu sambil menjewer kupingku beliau berkata:kamu paham nagak yang saya perintah,sana balik lagi kebelakang Tanya sama bu nyai!aku gemetar ketakutan dan tanpa berkata ataupun membantah aku langsung ke belakang dan langsung bertanya sama bu nyai/istrinya abah.
Adi:bu’ apa yang dimaksudkan abah tadi?beliau menyuruhku mengambil sesuatu tapi yang dikit ku tua dia bilang warna hitam ada lemarinhya karna abah mau pergi pengajian.bu’ nyai yang kebetulan mendengar apa yang abah bilang waktu itu langsung tertawa ter pigkal-pingkal…ha…ha…ha…lalu bu nyai berkata
Bu’ nyai:maksudnya itu ambilkan jas hitam dilemari….
Ketika itu aku langsung tertawa begitupun bu nyai juga ikut tertawa kembali….ha….ha….haa…he…he…he….
»»  baca selengkapnya...

Kamis, 21 April 2011

cara membuat toolbar melayang

CARA MEMBUAT TOOLBAR MELANYANG
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana membuat Toolbar Melayang di blog kamu seperti yang ada di samping kanan blog ini... agar blog kamu lebih kelihatan keren dan memberi kemudahan kepada pengunjung untuk meninggalkan jejaknya di blog kamu!

langsung ke pokok pembahasan...... 

1. Login ke akun blog anda
2. pada "Dasbor" pilih rancangan-Edit HTML
3. Letakan Code berikut ini tepat diatas Code ]]></b:skin>

......................................................................................................................


#tejanavbar{font-family:Comic Sans Ms;background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijqU2ObgDpv_7pbUOH1CwTBjhrcK6NtQz2JQMIxOuIOYl1ef37LIzWNDgzmb0Ol17Z0x6gkx5wSSAONDBlLsR-co5Zb5ELK6NSw86x_F2Up0nFXbaiejSrcj8f02J3n00BkLjSHhqaZz8M/)repeat-x;(0,0,0, 0.80);border:1px solid #C0C0C0;padding:2px 0;z-index:999;top:0px;left:1px;right:1px;position:fixed;-moz-border-radius:10px;-webkit-border-radius:10px;}
#tejanavbar .left{float:left;text-align:center;font-size:11px;font-style:normal;font-weight:bold;color:white;padding:2px 10px;}
#tejanavbar .right{float:right;padding:0px 2px;cursor:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF_5qz4hd-wW1T8c0Mm7mi248-4TtjHrov0NJeKDrltzOVKyIa_dH69vIJgenGA8RYUBRwHXcMMG0v95b74ADu9GMsb0i0W0-qJcJ8XxfnCk0UTHAQatIzrChC2yCP20xsGST7o1yvZeE/s1600/Cursord.png), default}
#tejanavbar a{color:red;text-shadow: rgb(255, 255, 255) 0px 0px 10px, rgb(255, 255, 255) 0px 0px 10px, rgb(255, 255, 255) 0px 0px 10px, rgb(255, 255, 255) 0px 0px 20px;-moz-outline-style:none;}
#tejanavbar a:hover{color:white;text-shadow: rgb(255, 0, 0) 0px 0px 10px, rgb(255, 0, 0) 0px 0px 10px, rgb(255, 0, 0) 0px 0px 10px, rgb(255, 0, 0) 0px 0px 20px;border:0px;-moz-outline-style:none;cursor:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF_5qz4hd-wW1T8c0Mm7mi248-4TtjHrov0NJeKDrltzOVKyIa_dH69vIJgenGA8RYUBRwHXcMMG0v95b74ADu9GMsb0i0W0-qJcJ8XxfnCk0UTHAQatIzrChC2yCP20xsGST7o1yvZeE/s1600/Cursord.png), default}


.......................................................................................................................

4. Terahir letakkan script berikut tepat di bawah <body> 


.......................................................................................................................


<div id='tejanavbar' style='position:fixed;'>
<span class='left'><IMG align='top' alt='0' height='20' onclick='window.open(&quot;http://tejahtc.blogspot.com/?sm=1&quot;);' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCiKSTLWeiLfc0L22uZOTWWEutu4ebDmp5n83tSMN-A47b8SlCKCCZ_ETm3j1hruwBZy2TU2yjhQ2kTdSgLrPffANq-aQIUL25a4Ut0GMgmkoQCa-jY8bG33YFzaAd5h5R5zBtldO4gh5J/s1600/tejaicon3232.png' width='26'/>
<span style='font-family:kristen itc;'><blink>&quot;WELCOME TO MY BLOG&quot;</blink></span></span>
<span class='right' style='font-family:verdana;'>
<IMG alt='1' height='20' onclick='window.open(&quot;http://www.facebook.com/pages/Sharing-Ilmu-pengetahuan/125513924175946&quot;);' src='https://lh4.googleusercontent.com/_GaKwmMcf4N4/TSPPQiZKc2I/AAAAAAAAEDU/zD_grWbBNuQ/DADnfb.png' title='Facebook Page' width='20'/>
<IMG alt='2' height='20' onclick='window.open(&quot;http://www.facebook.com/pages/Sharing-Ilmu-pengetahuan/125513924175946&quot;);' src='https://lh4.googleusercontent.com/_GaKwmMcf4N4/TSPPJwm1nBI/AAAAAAAAEDM/UMIdfmgbSII/DADnbookmark.png' title='My Favorites' width='20'/>
<IMG align='top' alt='3' height='20' onclick='this.setHomePage(http://websitenokia.blogspot.com/);' src='https://lh4.googleusercontent.com/_GaKwmMcf4N4/TSPPQsgWT1I/AAAAAAAAEDc/-8SnRmd2RvQ/DADnhome.png' title='Set As HomePage' width='20'/>
<IMG align='top' alt='4' height='20' onclick='window.open(&quot;http://id-id.facebook.com/msuteja&quot;);' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn2zHB4RAtkars_ooNcqlADGqN2TPfQzMlL8W4q2VFO5sKxVXdgsW6_2dgcua5GZWnpyefdMa0bf0-aewrcwzww-CwOcHnc9ZzCT1ydNy7japn-ndUym1XIaNpHbCNRQ4VLzpxs3gYgtMa/s1600/facebook.png' title='Add Me On Facebook' width='20'/></span></div>


.......................................................................................................................
Simpan selesai... mudah kan

bersumber dari nasuha smith al-gibran. 



Selamat Mencoba dan Semoga Berhasil.....!!!!!!
dan jangan lupa tinggalkan jejak anda di blog ini





»»  baca selengkapnya...

cara mengobati bagi yang tertelan tulang ikan

Buat anda yang hobby makan ikan mungkin tips ini sangat berguna bagi anda. Tulisan ini penulis dapat dari teman penulis di Friendster dengan nickname ♥cE_sToBeRrY♥, setelah membaca penulis merasa aneh, apakah tulisan ini terinspirasi oleh Ponari yang sekarang lagi heboh-hebohnya. Tetapi semua itu perlu pembuktian lebih lanjut. Berikut cara mengobati tertelan tulang ikan yang tertulis dalam tulisan tersebut : Cara Pertama :
1. Bila anda menemukan kail atau pancing yang terdapat dalam perut ikan saat anda memasak ikan, ambillah kail atau pancing tersebut. Cuci dan simpanlah baik-baik.
2. Kail atau pancing itu akan sangat berguna ketika anda mengalami sakit tenggorokan akibat tertelan tulang ikan.
3. Cukup dengan merendam kail atau pancing itu kedalam segelas air dalam beberapa saat dan kemudian air itu diminum, akan mengurangi bahkan mengobati sakit tersebut.
4. Cara yang unik dan ajaib ini, kerap dijadikan panduan utama mengobati sakit tenggorokan akibat tertelan tulang ikan.
Menarik bukan ?
Jadi tidak ada salahnya bila anda menemukan kail atau pancing yang tersimpan dalam perut ikan, anda simpan baik-baik. Mungkin suatu saat anda memerlukannya.
Masih tidak percaya ?
Anda dapat mencobanya, yang jelas anda jangan SENGAJA menelan tulang ikan untuk membuktikannya. Karena pengobatan dengan cara tersebut katanya akan berlaku pada saat darurat alias EMERGENCY dan tidak disengaja.
Cara Kedua :
1. Carilah orang yang waktu lahir sunsang (lahir dalam keadaan terbalik). Kejadian seperti ini walaupun jarang kadang terjadi disekitar kita.
2. Untuk kasus sakit tenggorokan karena tulang ikan, pengobatan oleh orang yang lahir sungsang justru lebih mudah.
3. Orang yang lahir sungsang tersebut cukup mencelupkan jarinya kedalam segelas air putih (tentunya jari itu dalam keadaan bersih). Kemudian air putih tersebut diminum oleh orang yang sakit tersebut, secara ajaib akan langsung sembuh dari sakitnya.
»»  baca selengkapnya...

biografi tuanku imam bonjol

Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat 1772 - wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864), adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda, peperangan itu dikenal dengan nama Perang Padri di tahun 1803-1837. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.


Nama dan gelar.
Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab, yang lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat pada tahun 1772. Sebagai ulama dan pemimpin masyarakat setempat, ia memperoleh beberapa gelar, yaitu Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam. Tuanku nan Renceh dari Kamang sebagai salah seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan adalah yang menunjuknya sebagai Imam (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol. Ia akhirnya lebih dikenal dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol.

Riwayat perjuangan

Perang Padri
Tak dapat dimungkiri, Perang Padri meninggalkan kenangan heroik sekaligus traumatis dalam memori bangsa. Selama sekitar 20 tahun pertama perang itu (1803-1821) praktis yang berbunuhan adalah sesama orang Minang dan Mandailing atau Batak umumnya.

Pada awalnya timbulnya peperangan ini didasari keinginan dikalangan pemimpin ulama di Kerajaan Pagaruyung untuk menerapkan dan menjalan syariat Islam sesuai dengan Mazhab Wahabi yang waktu itu berkembang di tanah Arab (Arab Saudi sekarang). Kemudian pemimpin ulama yang tergabung dalam Harimau nan Salapan meminta Tuanku Lintau untuk mengajak Raja Pagaruyung Sultan Muning Alamsyah beserta Kaum Adat untuk meninggalkan beberapa kebiasaan yang tidak sesuai dengan Islam.

Dalam beberapa perundingan tidak ada kata sepakat antara Kaum Padri (penamaan bagi kaum ulama) dengan Kaum Adat. Seiring itu dibeberapa nagari dalam Kerajaan Pagaruyung bergejolak, dan sampai akhirnya Kaum Padri dibawah pimpinan Tuanku Pasaman menyerang Pagaruyung pada tahun 1815, dan pecah pertempuran di Koto Tangah dekat Batu Sangkar. Sultan Muning Alamsyah terpaksa melarikan diri dari ibukota kerajaan.

Pada 21 Februari 1821, kaum Adat resmi menyerahkan wilayah darek (pedalaman Minangkabau) kepada Belanda dalam perjanjian yang diteken di Padang, sebagai kompensasi kepada Belanda yang bersedia membantu melawan kaum Padri. Perjanjian itu dihadiri juga oleh sisa keluarga Dinasti Kerajaan Pagaruyung di bawah pimpinan Sultan Tangkal Alam Bagagar yang selamat dari pembunuhan oleh pasukan Padri.

Campur tangan Belanda dalam perang itu ditandai dengan penyerangan Simawang dan Sulit Air oleh pasukan Kapten Goffinet dan Kapten Dienema awal April 1821 atas perintah Residen James du Puy di Padang. Dalam hal ini Kompeni melibatkan diri dalam perang karena "diundang" oleh kaum Adat.

Perlawanan yang dilakukan oleh pasukan paderi cukup tangguh sehingga sangat menyulitkan Belanda untuk menundukkannya. Oleh sebab itu Belanda melalui Gubernur Jendral Johannes van den Bosch mengajak pemimpin Kaum Padri yang waktu itu telah dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol untuk berdamai dengan maklumat "Perjanjian Masang" pada tahun 1824. Hal ini dimaklumi karena disaat bersamaan Batavia juga kehabisan dana dalam menghadapi peperangan lain di Eropah dan Jawa seperti Perang Diponegoro. Tetapi kemudian perjanjian ini dilanggar sendiri oleh Belanda dengan menyerang Nagari Pandai Sikek.

Namun, sejak awal 1833 perang berubah menjadi perang antara kaum Adat dan kaum Paderi melawan Belanda, kedua pihak bahu-membahu melawan Belanda, Pihak-pihak yang semula bertentangan akhirnya bersatu melawan Belanda. Diujung penyesalan muncul kesadaran, mengundang Belanda dalam konflik justru menyengsarakan masyarakat Minangkabau itu sendiri [3]. Bersatunya kaum Adat dan kaum Paderi ini dimulai dengan adanya kompromi yang dikenal dengan nama Plakat Puncak Pato di Tabek Patah yang mewujudkan konsensus Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah (Adat berdasarkan Agama, Agama berdasarkan Kitabullah (Al-Qur'an)).

Rasa penyesalan Tuanku Imam Bonjol atas tindakan kaum Padri atas sesama orang Minang, Mandailing dan Batak, terefleksi dalam ucapannya "Adopun hukum Kitabullah banyak lah malampau dek ulah kito juo. Baa dek kalian?" (Adapun banyak hukum Kitabullah yang sudah terlangkahi oleh kita. Bagaimana pikiran kalian?)

Penyesalan dan perjuangan heroik Tuanku Imam Bonjol bersama pengikutnya melawan Belanda yang mengepung Bonjol dari segala jurusan selama sekitar enam bulan (16 Maret-17 Agustus 1837) juga dapat menjadi apresiasinya akan kepahlawanannya menentang penjajahan, serta rincian laporan G. Teitler yang berjudul Akhir Perang Paderi: Pengepungan dan Perampasan Bonjol 1834-1837.

Penyerangan benteng kaum Paderi di Bonjol oleh Belanda dipimpin oleh jenderal dan para perwira Belanda, tetapi dengan tentara yang sebagian besar adalah bangsa pribumi yang terdiri dari berbagai suku, seperti Jawa, Madura, Bugis, dan Ambon. Dalam daftar nama para perwira pasukan Belanda, terdapat Mayor Jendral Cochius, Letnan Kolonel Bauer, Mayor Sous, Kapten MacLean, Letnan Satu Van der Tak, Pembantu Letnan Satu Steinmetz. dan seterusnya, tetapi juga terda[at nama-nama Inlandsche (pribumi) seperti Kapitein Noto Prawiro, Inlandsche Luitenant Prawiro di Logo, Karto Wongso Wiro Redjo, Prawiro Sentiko, Prawiro Brotto, dan Merto Poero.

Terdapat 148 perwira Eropa, 36 perwira pribumi, 1.103 tentara Eropa, 4.130 tentara pribumi, Sumenapsche hulptroepen hieronder begrepen (pasukan pembantu Sumenep, Madura). Serangan terhadap benteng Bonjol dimulai orang-orang Bugis yang berada di bagian depan dalam penyerangan pertahanan Padri.

Dari Batavia didatangkan terus tambahan kekuatan tentara Belanda, dimana pada tanggal 20 Juli 1837 tiba dengan Kapal Perle di Padang, Kapitein Sinninghe, sejumlah orang Eropa dan Afrika, 1 sergeant, 4 korporaals dan 112 flankeurs. Yang belakangan ini menunjuk kepada serdadu Afrika yang direkrut oleh Belanda di benua itu, kini negara Ghana dan Mali. Mereka juga disebut Sepoys dan berdinas dalam tentara Belanda.

Penangkapan dan Pengasingan

Setelah datang bantuan dari Batavia, maka Belanda mulai melanjutkan kembali pengepungan, dan pada masa-masa selanjutnya, kedudukan Tuanku Imam Bonjol bertambah sulit, namun ia masih tak sudi untuk menyerah kepada Belanda. Sehingga sampai untuk ketiga kali Belanda mengganti komandan perangnya untuk merebut Bonjol, yaitu sebuah negeri kecil dengan benteng dari tanah liat yang di sekitarnya dikelilingi oleh parit-parit. Barulah pada tanggal 16 Agustus 1837, Bonjol dapat dikuasai setelah sekian lama dikepung.

Dalam bulan Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol diundang ke Palupuh untuk berunding. Tiba di tempat itu langsung ditangkap dan dibuang ke Cianjur, Jawa Barat. Kemudian dipindahkan ke Ambon dan akhirnya ke Lotak, Minahasa, dekat Manado. Di tempat terakhir itu ia meninggal dunia pada tanggal 8 November 1864. Tuanku Imam Bonjol dimakamkan di tempat pengasingannya tersebut.



»»  baca selengkapnya...

Rabu, 20 April 2011

biografi KH hasyim asy'ari


Pendiri pesantren Tebuireng dan perintis Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, ini dikenal sebagai tokoh pendidikan pembaharu pesantren. Selain mengajarkan agama dalam pesantren, ia juga mengajar para santri membaca buku-buku pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato.

Karya dan jasa Kiai Hasyim Asy’ari yang lahir di Pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 tidak lepas dari nenek moyangnya yang secara turun-temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Kiai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Kiai Hasyim Asy’ari merupakan keturunan Raja Brawijaya VI, yang juga dikenal dengan Lembu Peteng, ayah Jaka Tingkir yang menjadi Raja Pajang (keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir).

Kakeknya, Kiai Ustman terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang, yang santrinya berasal dari seluruh Jawa, pada akhir abad 19. Dan ayah kakeknya, Kiai Sihah, adalah pendiri Pesantren Tambakberas di Jombang.
Semenjak kecil hingga berusia empat belas tahun, putra ketiga dari 11 bersaudara ini mendapat pendidikan langsung dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman. Hasratnya yang besar untuk menuntut ilmu mendorongnya belajar lebih giat dan rajin.

Hasilnya, ia diberi kesempatan oleh ayahnya untuk membantu mengajar di pesantren karena kepandaian yang dimilikinya.Tak puas dengan ilmu yang diterimanya, semenjak usia 15 tahun, ia berkelana dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai menjadi santri di Pesantren Wonokoyo (Probolinggo), Pesantren Langitan (Tuban), Pesantren Trenggilis (Semarang), dan esantren Siwalan, Panji (Sidoarjo). Di pesantren Siwalan ia belajar pada Kyai Jakub yang kemudian mengambilnya sebagai menantu.Pada tahun 1892, Kiai Hasyim Asy’ari menunaikan ibadah haji dan menimba ilmu di Mekah. Di sana ia berguru pada Syeh Ahmad Khatib dan Syekh Mahfudh at-Tarmisi, gurunya di bidang hadis.

Dalam perjalanan pulang ke tanah air, ia singgah di Johor, Malaysia dan mengajar di sana. Pulang ke Indonesia tahun 1899, Kiai Hasyim Asy’ari mendirikan pesantren di Tebuireng yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20. Sejak tahun 1900, Kiai Hasyim Asy’ari memosisikan Pesantren Tebuireng, menjadi pusat pembaruan bagi pengajaran Islam tradisional.

Dalam pesantren itu bukan hanya ilmu agama yang diajarkan, tetapi juga pengetahuan umum. Para santri belajar membaca huruf latin, menulis dan membaca buku-buku yang berisi pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato.Cara yang dilakukannya itu mendapat reaksi masyarakat sebab dianggap bidat. Ia dikecam, tetapi tidak mundur dari pendiriannya. Baginya, mengajarkan agama berarti memperbaiki manusia. Mendidik para santri dan menyiapkan mereka untuk terjun ke masyarakat, adalah salah satu tujuan utama perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari.
Meski mendapat kecaman, pesantren Tebuireng menjadi masyur ketika para santri angkatan pertamanya berhasil mengembangkan pesantren di berbagai daerah dan juga menjadi besar.

Tanggal 31 Januari 1926, bersama dengan tokoh-tokoh Islam tradisional, Kiai Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama, yang berarti kebangkitan ulama. Organisasi ini pun berkembang dan banyak anggotanya. Pengaruh Kiai Hasyim Asy’ari pun semakin besar dengan mendirikan organisasi NU, bersama teman-temannya. Itu dibuktikan dengan dukungan dari ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bahkan, para ulama di berbagai daerah sangat menyegani kewibawaan Kiai Hasyim. Kini, NU pun berkembang makin pesat. Organisasi ini telah menjadi penyalur bagi pengembangan Islam ke desa-desa maupun perkotaan di Jawa.
Meski sudah menjadi tokoh penting dalam NU, ia tetap bersikap toleran terhadap aliran lain. Yang paling dibencinya ialah perpecahan di kalangan umat Islam. Pemerintah Belanda bersedia mengangkatnya menjadi pegawai negeri dengan gaji yang cukup besar asalkan mau bekerja sama, tetapi ditolaknya.

Dengan alasan yang tidak diketahui, pada masa awal pendudukan Jepang, Hasyim Asy’ari ditangkap. Berkat bantuan anaknya, K.H. Wahid Hasyim, beberapa bulan kemudian ia dibebaskan dan sesudah itu diangkat menjadi Kepala Urusan Agama. Jabatan itu diterimanya karena terpaksa, tetapi ia tetap mengasuh pesantrennya di Tebuireng.

Sesudah Indonesia merdeka, melalui pidato-pidatonya Kiai Hasyim Asy’ari membakar semangat para pemuda supaya mereka berani berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan. Ia meninggal dunia pada tanggal 25 Juli 1947 karena pendarahan otak dan dimakamkan di Tebuireng.
»»  baca selengkapnya...

biografi kyai abdurrohman wahid

BIOGRAFI GUS DUR
Nama : Abdurrahman Wahid (Gus Dur )
lahir di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur tanggal 7 September 1940, lahir dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk". Kata "Addakhil" tidak cukup dikenal, dan diganti nama "Wahid", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur.
Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berarti "abang" atau "mas.
Lahir dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur.
Kakek dari ayahnya adalah KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU)
kakek dari pihak ibu, KH Bisri Syansuri adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan.
Ayah Gus Dur, yaitu KH Wahid Hasyim, terlibat dalam gerakan nasionalis dan menjadi Menteri Agama pada tahun 1949. Ibunya, Ny Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.
Pada tahun 1944, Wahid pindah dari Jombang ke Jakarta, tempat ayahnya terpilih menjadi Ketua I Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), 17 Agustus 1945, Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda.
Pada akhir tahun 1949, Wahid pindah ke Jakarta, dan ayahnya ditunjuk menjadi Menteri Agama. Abdurrahman Wahid belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari.
Pada April 1953, ayah Wahid meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.
Tahun 1954, ia masuk ke Sekolah Menengah Pertama. Pada tahun itu, ia tidak naik kelas. Ibunya lalu mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikannya.
Pada tahun 1957, lulus dari SMP, Wahid pindah ke Magelang untuk memulai Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo
Didikan Luar Negeri
Pada tahun 1963, menerima beasiswa dari Kementerian Agama RI untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir.
Pada tahun 1966, Pendidikan prasarjana beasiswa di Universitas Baghdad
Tahun 1970, belajar di Universitas Leiden, Jerman dan Perancis sebelum kembali ke Indonesia tahun 1971.
Karir Awal
Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES),dan mendirikan majalah prisma, kemudian meneruskan karirnya sebagai jurnalis, dan menulis untuk majalah Tempo dan koran Kompas.lalu ia mulai mengembangkan reputasinya sebagai komentator sosial.
Pada tahun 1974 bekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas, Satu tahun kemudian, Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi guru Kitab Al Hikam.
Pada tahun 1977, Wahid bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai Dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam.
Nahdlatul Ulama
Wahid bergabung Sebagai anggota Dewan Penasehat Agama,setelah kakeknya, Bisri Syansuri, memberinya tawaran ketiga.
Pada pemilihan umum legislatif 1982,adalah pengalaman politik pertamanya berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pemilu 1999 dan SU MPR

Pada Juni 1999, PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif. PKB memenangi 12 persen suara, sedangkan PDI-P menang dengan raihan 33 persen suara.
Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada SU MPR. Namun PDI-P tidak memiliki mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB.
Pada Juli, Amien Rais membentuk Poros Tengah, berisi koalisi partai-partai Islam. Poros Tengah kemudian mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden, dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah.
Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie, dan Habibie harus mundur dari pemilihan presiden.
Beberapa saat kemudian Akbar Tanjung, Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR menyatakan bahwa Golkar akan mendukung Gus Dur. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya meraih 313 suara.
Tidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan, pendukung Megawati mengamuk, dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagai wakil presiden.
Setelah meyakinkan Jenderal Wiranto untuk tidak ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati, Gus Dur pun berhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta.
Pada 21 Oktober 1999 Megawati ikut dalam pemilihan wakil presiden dan mengalahkan Hamzah Haz dari PPP.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/1960022-biografi-gus-dur/#ixzz1K5iA0rO1
»»  baca selengkapnya...

biografi abu abdirrohman muhammad nashirudin bin nuh al-albani

Biografi Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani

Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota Albania yang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu. Ayah al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu- ilmu syari’at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho naik tahta di Albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.


Setiba di Damaskus, Syeikh al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa arab. Beliau masuk sekolah pada madrasah yang dikelola oleh Jum’iyah al-Is’af al-Khairiyah. Beliau terus belajar di sekolah tersebut tersebut hingga kelas terakhir tingkat Ibtida’iyah. Selanjutnya beliau meneruskan belajarnya langsung kepada para Syeikh. Beliau mempelajari al-Qur’an dari ayahnya sampai selesai, disamping itu mempelajari pula sebagian fiqih madzab Hanafi dari ayahnya. Syeikh al-Albani juga mempelajari keterampilan memperbaiki jam dari ayahnya sampai mahir betul, sehingga beliau menjadi seorang ahli yang mahsyur. Ketrampilan ini kemudian menjadi salah satu mata pencahariannya. Pada umur 20 tahun, pemuda al-Albani ini mulai mengkonsentrasi diri pada ilmu hadits lantaran terkesan dengan pembahasan-pembahsan yang ada dalam majalah al-Manar, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Kegiatan pertama di bidang ini ialah
menyalin sebuah kitab berjudul “al-Mughni ‘an Hamli al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ishabah min al-Akhbar”. Sebuah kitab karya al-Iraqi, berupa takhrij terhadap hadits-hadits yang terdapat pada Ihya’ Ulumuddin al-Ghazali. Kegiatan Syeikh al-Albani dalam bidang hadits ini ditentang oleh ayahnya seraya berkomentar. “Sesungguhnya ilmu hadits adalah pekerjaan orang-orang pailit (bangkrut)”. Namun Syeikh al-Albani justru semakin cinta terhadap dunia hadits. Pada perkembangan berikutnya, Syeikh al-Albani tidak memiliki cukup uang untuk membeli kitab-kitab. Karenanya, beliau memanfaatkan Perpustakaan adh-Dhahiriyah di sana (Damaskus). Di samping juga meminjam buku-buku dari beberapa perpustakaan khusus. Begitulah, hadits menjadi kesibukan rutinnya, sampai-sampai beliau menutup kios reparasi jamnya. Beliau lebih betah berlama-lama dalam perpustakaan adh-Dhahiriyah, sehingga setiap harinya mencapai 12 jam. Tidak pernah istirahat mentelaah kitab-kitab hadits, kecuali jika waktu sholat tiba. Untuk makannya, seringkali hanya sedikit makanan yang dibawanya ke perpustakaan. Akhirnya kepala kantor perpustakaan memberikan sebuah ruangan khusus di perpustakaan untuk beliau. Bahkan kemudiaan beliau diberi wewenang untuk membawa kunci perpustakaan. Dengan demikian, beliau menjadi leluasa dan terbiasa datang sebelum yang lainnya datang. Begitu pula pulangnya ketika orang lain pulang pada waktu dhuhur, beliau justru pulang setelah sholat isya. Hal ini dijalaninya sampai bertahun-tahun.

Pengalaman Penjara

Syeikh al-Albani pernah dipenjara dua kali. Kali pertama selama satu bulan dan kali kedua selama enam bulan. Itu tidak lain karena gigihnya beliau berdakwah kepada sunnah dan memerangi bid’ah sehingga orang-orang yang dengki kepadanya menebarkan fitnah.

Beberapa Tugas yang Pernah Diemban

Syeikh al-Albani Beliau pernah mengajar di Jami’ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah) selama tiga tahun, sejak tahun 1381-1383 H, mengajar tentang hadits dan ilmu-ilmu hadits. Setelah itu beliau pindah ke Yordania. Pada tahun 1388 H, Departemen Pendidikan meminta kepada Syeikh al-Albani untuk menjadi ketua jurusan Dirasah Islamiyah pada Fakultas Pasca Sarjana di sebuah Perguruan Tinggi di kerajaan Yordania. Tetapi situasi dan kondisi saat itu tidak memungkinkan beliau memenuhi permintaan itu. Pada tahun 1395 H hingga 1398 H beliau kembali ke Madinah untuk bertugas sebagai anggota Majelis Tinggi Jam’iyah Islamiyah di sana. Mandapat penghargaan tertinggi dari kerajaan Saudi Arabia berupa King Faisal Fundation tanggal 14 Dzulkaidah 1419 H.

Beberapa Karya Beliau

Karya-karya beliau amat banyak, diantaranya ada yang sudah dicetak, ada yang masih berupa manuskrip dan ada yang mafqud (hilang), semua berjumlah 218 judul. Beberapa Contoh Karya Beliau adalah :

* Adabuz-Zifaf fi As-Sunnah al-Muthahharah
* Al-Ajwibah an-Nafi’ah ‘ala as’ilah masjid al-Jami’ah
* Silisilah al-Ahadits ash Shahihah
* Silisilah al-Ahadits adh-Dha’ifah wal maudhu’ah
* At-Tawasul wa anwa’uhu
* Ahkam Al-Jana’iz wabida’uha

Di samping itu, beliau juga memiliki kaset ceramah, kaset-kaset bantahan terhadap berbagai pemikiran sesat dan kaset-kaset berisi jawaban-jawaban tentang pelbagai masalah yang bermanfaat. Selanjutnya Syeikh al-Albani berwasiat agar perpustakaan pribadinya, baik berupa buku-buku yang sudah dicetak, buku-buku foto copyan, manuskrip-manuskrip (yang ditulis oleh beliau sendiri ataupun orang lain) semuanya diserahkan ke perpustakaan Jami’ah tersebut dalam kaitannya dengan dakwah menuju al-Kitab was Sunnah, sesuai dengan manhaj salafush Shalih (sahabat nabi radhiyallahu anhum), pada saat beliau menjadi pengajar disana.

Wafatnya

Beliau wafat pada hari Jum’at malam Sabtu tanggal 21 Jumada Tsaniyah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yoradania. Rahimallah asy-Syaikh al-Albani rahmatan wasi’ah wa jazahullahu’an al-Islam wal muslimiina khaira wa adkhalahu fi an-Na’im al-Muqim.

Hadist merupakan salah satu rujukan sumber hukum Islam di samping kitab suci Alquran. Di dalam hadist Nabi Muhammad SAW itulah terkandung jawaban dan solusi masalah yang dihadapi oleh umat di berbagai bidang kehidupan. Berbicara tentang ilmu hadist, umat Islam tidak akan melupakan jasa Al-Albani. Ia merupakan salah satu tokoh pembaharu Islam abad ini.

Karya dan jasa-jasanya cukup banyak dan sangat membantu umat Islam terutama dalam menghidupkan kembali ilmu hadits. Ia berjasa memurnikan ajaran Islam dari hadits-hadits lemah dan palsu serta meneliti derajat hadits.
»»  baca selengkapnya...

resensi buku (karel A. steenbrink)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan amanat UUD 45 (pasal 31) setiap rakyat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak, pemerintah selaku pejabat yang dipilih oleh rakyat dibebankan untuk mengusahakan dan menyelenggarakan system pendidikan nasional. Guna untuk menjalankan apa yang menjadi amanat UUD 45, maka pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan melalui lembaga pendidikan baik pendidikan yang dikelola oleh swasta/ yayasan masih tetap dalam kordinasi pemerintah.
Dinegara Indonesia khususnya lembaga pendidikan sangat banyak dan beragam, bagi yang beragama islam mereka bisa memilih seperti pondok pesantren dan madrasah. Dan juga ada sekolah umum, ketiga lembaga pendidikan ini sama-sama mempunyai peran untuk memberikan ilmu dan memberdayakan masyarakat. Warga bebas memilih lembaga pendidikan yang ada , memilih sesuai minat dan keinginannya.
Podok pesantren dan madrasah adalah instansi yang mermpunyai tujuan yang sama, namun berbeda dengan pengelolaanya. Diantara ketiga lembaga ini masing-masing mempunyai cirri khas. Ditengah-tengah kesamaan dari lembaga pendidikan yang ada, tidak sedikit dintara lembaga tersebut banyak terjadi persaingan. Realita di lapangan perebutan dan kompetisi memang benar terjadi, semisal ada ketidak fair an dan menimbulkan kecemburuan satu sama lainnya.
Bentuk ketidak fair an antara lembaga pendidikan yang ada juga diwujudkan dalam bentuk ketidak obyektifan dalam menilai lembaga pendidikan yang ada. Dulu pondok pesantren sering mendapatkan stigma negative dari sebagaian masyarakat, lembaga yang, kumuh, ndeso, tidak maju dan lembaga akherat adalah sering dinisbatkan pada pendidikan yang muri, tentunya hal yang semacam ini menimbulkan dampak negative bagi pesantren yang kemudian banyak masyarakat yang ragu menempatkan putra-putrinya dilembag tersebut, padahal sejatinya stigma-stigma yang semacam ini belum tentu benar semua, kalupun ada itu hanya seberapa yang tidak cukup mewakili sekian banyak pesantren yang ada.
Sedangkan peranan sekolah dsini sering mendapatkan pandangan sebagai instansi pencetak kader kapitalis, mementingkan kehidupan sekuler dan lainnya. Kualitas tidak jelas berpikir mundur, banyak beban pelajaran dan sekolahnya anak desa adalah beberapa stigma negative yang muncul terhadap madrasah. Hal yang semacam ini yang menjadi tantangan dan tugas para pendidik termasuk pemerintah untuk membenahinya.
B. Rumusan Masalah
 Bagaiman peranan fungsi dan tujuan lembaga pendidikan pondok pesantren, madrasah, dan sekolah

C. Tujuan Penulisan
 Untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Kapita Selekta Pendidikan Islam
 Agar pembaca sedikit mengetahui peranan pondok pesantren,madrasah dan sekolah

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pondok Pesantren
Mengenai asal-usul pondok pesantren, terdapat dua pandangan yang sebenarnya saling melengkapi. Menurut Karel Steenbrink yang mengitip dari Soegarda Purbakawatja, menyatakan bahwa pendidikan pondok pesantren jika dilihat dari segi bentuk dan sistemnya berasal dari India dan dari masyarakat Hindu. Sebelum proses penebaran Islam di Indonesia, system tersebut telah digunakan untuk pendidikan dan pengajaran agama Hindu dijawa. Setelah Islam masuk dipulau jawa, system tersebut kemuidian diambil alih oleh Islam.
Beberapa definisi tentang pondok pesantren :
 Pondok pesatren adalah gabungan dari pondok dan pesantren . masing-masing kata ini mengandung makna yang berbeda satu sama lainnya, namun keduanya memiliki hubungan yang erat sehingga dikemudian hari membentuk hubungan yang erat sehingga membentuk satu kesatuan pemahaman yang tidak bisa dipisahkan . istilah pondok berasal dari bahasa arab yaitu fundug, yang berarti asrama/ hotel, dengan kata lain pondok adalah asrama-asrama para santri.
 Sedang istilah pesantren berasal dari kata santri, yang mendapat imbuhan pe dan an yang berarti tempat tinggal para santri. Sedang menurut C.C. Berg istilah santri berasal dari bahasa India, Shastri yang berarti orang yang tau buku-buku suci agama Hindu / kata shastri berasal dari kata Shastra yang berarti buku-buku suci, buku-buku agama tentang ilmu pengetahuan.
 Dengan kata lain pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh serta diakui masyarakat sekitar yang tinggal di komplek/ asrama dibawah pimpinan seorang kyai dengan cirri khas sosok yang kharismatik serta independen dalam segala hal.
 Bisa diartikan juga pondik pesantren adalah lembaga pendidikan yang tumbuh dimasyarakat dengan ciri, santri, bertempat tinggal di asrama pondok dibawah bimbngan seorang ustad dan kyai
Biasanya dipondok pesantren terdapat beberapa varian, diantaranya yang saling mengikat seperti kyai/ ulama, pondok/ asrama, masjid/ mushola, santri dan pengkajian kitab-kitab kuning, namun dengan perubahan zaman sekrang banyak podok pesantren yang mendirikan lembaga pendidikan formal, dan struktur yang lainnya.
a) Kyai
Kata kyai sebenarnya istilah dari Ulama, namun orang jawa sering mengistilahkannya julukan sebagai pengasuh pondok pesantren/ orang yang ilmunya sangat dalam dengan sebutan kyai. Sosok kayi di jawa sangatlah dihormati karena mereka dianggap sangat memperhatikan uamtnya dari kalangan atas sampai bawah, apalagi dengan siraman rohani/ tausiyahnya yang intinya mengingatkan/ saling mengingatkan, menyuruh amar ma’ruf nahi mungkar.
Sejak Islam mulai tersebar dipelosok jawa, terutama sejak abad 13 an Masehi , par kyai suda mendapatkan status soial yang tinggi. Dibawah pemeerintahan colonial Belanda, sosok kyai mempunyai daya tawar yang tinggi, walaupun sebagian kyai tinggal didaerah yang jauh dari pusat kekuasaan pemerintah, namun beliau merupakan bagia dari kelompok yang elite yang desegani dan dihormati dan menjadi tauladan bagi masyarakatnya.
Perkataan atau istilah kyai dalam bahasa jawa sering dipakai sebagai gelar yang berberda. Pertam sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang sakti adan kramat, missal kyai Garuda Kencana yang dipakai sebagai sebutan kereta emas di Kraton Yogyakarta. Kedua sebagai gelar kehormatan orang-orang pada umumnya, dan ketiga sebagai gelar yang diberikan masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang menjadi pimpinan pesantren, pada jenis ketiga inilah yang dimaksud dari kyai yang terdapat di pesantren yang sering diistilahkan dengan Ulama.
Ulama berasal dari bahasa Arab ‘alima, ya’lamu, ‘alim yang artinya orang yang mengetahui. Kata ‘alim bentuk jamaknya adalah ‘alimun. Sedangkan ulama adalah bentuk jamak dari ‘alim yang berarti orang yang sangat mendalam ilmunya. Dengan arti terminology ulama adalah seorang yang ahli dalam ilmu agama, baik meguasai ilmu fiqh, tauhid, atau ilmu agama liannya, dan mempunyai integritas kepribadian yang tinggi, berahlak mulia serta menjadi panutan bagi masyarakat pada umumnya.

b) Pondok
Ciri dari pada pondok pesantren adalah bagi santri yang mencari ilmu dengan tinggal bersama di komplek dengan model menginap dibawah bimbingan kyai. Pondok atau tempat tinggal santri merupaka tradisi dan system pendidikan pesantren dengan lembaga pendidikan serupa lainnya baik didalam atau pun diluar negeri.
Terdapat beberapa sebab mengapa lembaga pendidikan pesantren harus menyediakan pondok / asrama untuk tinggal para santri dalam mencari ilmu :
 Karena kemashuran seorang kyai dan kedalaman pengetahuannya tentang Islam, hal ini merupakan daya tarik santri dari jauh untuk dapat menggali ilmu dari kyai tersebut secara terus menerus dalam waktu yang lama, maka dari itu santri harus nginap.
 Hampir sebagian besar pesantren berada dalam perdesaan yang jauh dari keramaian dan kukuasaan serta tidak tersedianya perumahan yang cukup untuk menampung para santri, dengan demikian diperlukannya pondok.
 Adanya timbal balik antara kyai dengan santri, dimana seorang santri mengasumsikan kyai dengan bapaknya sendiri, sedang kyai memperlakukanya santri seperti anaknya sendiri, sikap timbale balik yang seperti inilah yang menimbulkan keakraban dan kebutuhan saling berdekatan secara continue.
Selain dari itu kelebihan dari pondok ini adalah, dapat terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, semangat belajar, keakraban santri dan guru, kemandirian, tanggung jawab dan pengawasan. Dari sinilah ahir-ahir ini timbul lembaga pendidikan formal yang meniru dengan lembaga pendidikan yang didirikan oleh para kyai dengan istilah lain pendidikan ala pesantren / boarding school (kelas asrama)
c) Masjid
Kedudukan masjid sebagai pusat pendidikan dalam tradisi pesantren merupakan manifestasi dari system pendidikan islam yang dipraktekan oleh Nabi Muhammad SAW, artinya bahwa telah terjadi proses yang berkesinambungan fungsi masjid sebagai beribadah orang islam, proses tersebut yang diteruskan oleh para sahabat dan khalifah berikutnya.
Secara etimologis menurut M. Quraish Shihab masjid berasal dari bahasa arab ‘sajada’ yang berarti patuh, taat serta tunduk dan hormat, sedang secara terminologis masjid merupakan tempat aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Alloh SWT. Masjid mempunyai fungsi ganda selain tempat beribadah,juga sebagai tempat pengajian yang menggunakan metode sorogan (bandungan). Posisi masjid dikalangan pesantren mempunyai makna sendiri, menurut KH. Abdurrahman Wahid masjid sebagai tempat untuk mendidik dan menggembleng santri dari hawa nafsu
d) Santri
Nama santri adalah istilah dari murid atau sisiwa yang mencari ilmu pada suatu lembaga pendidikan, kalau santri mencari ilmu di pondok pesantren. Istilah santri terbagi menjadi dua kategori dalam dunia pesantren yaitu :
 Santri mukim, yaitu santri yang berasal dari luar daerah yang bermukin dan mencari ilmu, ketika hendak niat bermukim santri tidakusah repot-repot dengan membawa perlengkapan seperti layaknya dirumah, karena dipesantren ditanamkan kesederhanaan dan tanggung jawab, dan biasanya santri yang sudah lama disebut dengan seniornya yang mengajar santri yuniornya pada umumnya.
 Santri kalong, yaitu para santri yang terdiri dari kalangan/ sekitar pesantren, mereka bolak-balik datang dan pergi ke pondok guna mencari ilmu/ ngaji, umumnya pesantren kecil banyak santri kalongnya dan pesantren besar terdapat banyak santri mukimnya.

2. Madrasah
Madrasah dalam peta dunia pendidikan di Indonesia bukanlah suatu lembaga yang indigenous (pribumi), setidaknya hal ini dapat dilihat dari kata ‘madrasah’ yang berasal dari bahasa arab. Secara harfiah kat ini berarti setara dengan kata Indonesia, yakni ‘sekolah’ kata ini juga bukan kata Indonesia melainkan bahasa Inggris ‘school / scola, namun kata ini dialihkan / dibakukan menjadi bahas Indonesia.
Madrasah mengandung arti tempat atau wahana mengenyam proses pendidikan, disinilah anak menjalani proses yang terarah, terpimpin dan terkendali, yang menggambarkan pembelajaran secara formal yang tidak berbeda dengan sekolah. Hanya dalam kultur madrasah mempunyai runag lingkup yang lebih spesifik yang menitik beratkan pada persoalan agama, sesuai dengan perkembangan zaman akhirnya madrasah mengalami perubahan dalam materi pelajaran yang ditambah dengan materi umum.
Pada dasarnya madrasah dan pondok pesantren itu tidak berbeda, masing-masing mempunyai tujuan yang sama dalam melaksanakan kegiatn belajar mengajarnya, dalam catatan sejarah madrasah lahir dalam lingkungan pondok pesantren, dengan kata lain madrasah adalah perluasan/ perkembangan dari pondok pesantren yang mempunyai misi mencerdaskan akan bangsa yang pada saat itu belum ada keinginan untuk menginap dipondok. Madrasah kebanyakan didirikan oleh seorang ulama yang menjadikan pengasuh dan pendiri pondok pada lembanganya masing-masing.
Munculnya madrasah menurut para sejarawan pendidikan sebagai salah satu bentuk pembaruan pendidikan Islam Indonesia, karena secara historis awal kemunculan madrasah dapat dilihar dari dua situasi adanya pembaharuan Islam Indonesia dan adanya respon pendidikan Islamterhadap kebijakan pendidikan Hindia Belanda. Dari sini dapat diartikan bahwa munculnya madrasah mengandung kritik pada lembaga pendidikan sebelumya, yakni pondok pesantren.
Selain bentuk dari kritikan atas pesantren, berdirinya madrasah pada pondok pesantren ini awal mulanya adalah untuk menampung keinginan dari pada santri yang hanya tidak mengaji semata, akan tetapi bisa sambil sekolah dipendidikan formal yang kemudian akhirnya mendapatkan ijazah. Kemunculan madrsah dipandang menjadi salahsatu indicator yang urgen bagi perkembangan positif kemajuan prestasi budaya umat Islam, mengingat realitas pendidikan, sebagaimana terlihat dalam fenomena madrasah yang sangat maju saat ini adalah bentuk dari cerminankeungulai capaian keilmuan, intelektual, dan cultural.
Kemudian guna memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan madrasah dan mengembangkan system pendidikan nasional yang integral kementrian agama mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang pada intinya adalah pertama bahwa ijazah madrasah mempunyai nilai yang sama seperti sekolah umum yang sederajat, kedua lulusan madrasah dapat melanjutkan ke sekolah umum yang setingkat lebih atas, ketiga siswa madarasah dapat berpindah ke sekolah umum yang setingkat
3. Sekolah
Pendidikan yang ada di Indonesia sebelum masa penjajahan berupa pendidikan non formal, pendidikan ini sejak ada sejak zaman kerajaan Hindu/ sebelumnya. Sekolah/ pendidikan dilangsungkan di tempat ibadah, perguruan atau padepokan, ketika Belanda mulai memporak-porandakan Nusantara (Indonesia) dengan penjajahan yang mau mengambil semua kekayaan dan rempah-rempah pada sebagian besarwilayah Indonesia, Belandapun mulai melakukan penjajahan terhadapa dunia pendidikan yang sebelumnya dilakukan oleh orang pribumi pada tempat ibadah dan pesantren, penjajahan yang dilakukan dengan membentuk lembaga pendidikan baru yang dinamakan Sekolah.
Seorang gubernur Belanda yang ditugaskan mengawasi Indonesia yang bernama Vander Capellen memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengadakan penelitian tentang pendidikan masyarakat jawa dengan tujuan adalah guna meningkatkan kemampuan membaca dan menulisdikalangan mereka. Dengan hasil penelitian tersebut diharapkan pelaksanaan undang-undang dan peraturan pendidikan dapat di perbaiki.
Satu abad kemudian, Brugman membicarakan penelitian tersebut dan menduga bahwa gubernur Vander Capellen hendak melaksanakan satu jenis pendidikan yang berdasarkan dari pribumi murni, secara teratur dan disesuaikan dengan masyarakat desa yang dihubungkan erat dengan pendidikan islam yang sudah ada sebelumnya, dan beberapa ahir terdapat usulan agar lembaga pendidikan Islam yang ada dimanfaatkan pada kebijaksanaan untuk mengembangkan system pendidikan umum. Akan tetapi pada masa reorganisasi dan pengembangan system pendidikan colonial, dari kenyataan pemerintah selalu memilikih jalan lain dari pada menyesuaikan dengan pendidikan Islam. Kemudian pada saat yang sama di Minahasa dan Maluku berdiri sekolah yang dikelola eleh Zending. Sekolah ini mendapatkan subsidi dari pemerintah Belanda, yang memusatkan pada pendidikan Kristen namun tidak jauh beda dengan lembaga pendidikan tradisional pada pulau jawa.
Disamping itu dalam sekolah tersebut juga diajarkan ilmu bumi, ilmu sejarah dan ilmu music, namun dalam ilmu yang diajarkan mengisahkan pada rosul Paulus. Guru-guru setempar banyak yang mendapatkan pendidikan pada lembaga yang didirikan Zending, dengan hareapan kelak parea guru tersebut bisa menjadi pemimpin agama pada masyarakat setempat. Lambat laun sekolah tersebut bisa masuk dlam sekolah system pendidikan umum gubernemen, masauknya sekolah ini lebih mudah dikarenakan para murid sudah terbiasa dengan tulisan latin dan ampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Melayu, bahasa ini sangatlah urgen karena tugas sehari-hari pada gubernemen.
Pada decade awal abad ke dua puluh, atas prakarsa masyarkat penguasa waktu itu muncul gagasan untuk mendirikan sekolah Indonisia, pada mula pendiriannya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenga tehnik yang menjadi sulit karena tergaggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah penjajahan Nusantara, sebagai akibat pecahnya perang dunia pertama. Kemudian karena didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan proklamasi kemerdekaan, maka pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Sekolah Indonesia pada tanggal 2 maret 1959.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan UUD 45 pasal 31 setiap rahyat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak, guna menjalankan amanat UUD 45 maka pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyelenggarakan pendidika melalui lembaga pendidikan baik lembaga yang dikelola pemerintah atau di kelola yayasan yang masih berada dalam kordinasi pemerintah.
Pondok pesantren, madrasah dan sekolah adalah instansi yang mempunyai tujuan yang sama namun berbeda dalam system pengelolaannya dan masing-masing mempunyai ciri khas. Peran dan keberadaan pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang harus dilestarikan dan diprehatikan perkembangannya, karena keberadaan pondok pesantren ditengah-tengah masyarakat adalah sebagai wadah untuk menyiapkan kader-kader ulama yang mampu menguasai dan memahami Al-qur’an dan Hadits secara baik dan benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut KH. Abdurrahman Wahid tradisi keilmuan pesantren tidak bisa dilepaskan dari pergulatan intelektual yang terjadi pada sepanjang sejarah yang selalu berkembang.

B. Penutup
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan taufik, hidayah serta inayahnya kepada kami sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan makalah ini
Demikianlah makalah ini dibuat, besar harapan penulisan semoga bisa bermanfaat bagi penulisan khususnya dan pembaca pada umumnya. kami sadar dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangan, maka dari itu penulisan mohon saran dan kritiknya sebagai motivasi penulisan.
»»  baca selengkapnya...