Minggu, 05 Juni 2011

10 penyakit yang dimiliki manusia

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikirorang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau adaorang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapanih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa"penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalumencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadikalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itusama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh,nggak usah pakai dasi dan jas.Kekanak-kanakan. Kenapa ?Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan.Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah",atau " mbak tuh yang salah". Anda pakai celanamonyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kitamanusia yang berakal dan dewasa selalu akanmencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasatidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalauanda bilang tidak pernah, berarti andabohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punyajabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wahsaya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wahnggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, sayasibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini sepertikanker, tambah besar, besar di dalam mental dirisehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".Jadi walau yang salah partner, anak buah, ataubahkan atasan, berani bilang "Saya kok yangmemang salah, tidak mampu dsb". Penyakit inipelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior,kita tidak punya kemampuan. Kita seringmembandingkan keberhasilan orang lain dengankekurangan kita, sehingga keberhasilan orang laindianggap Wajar karena mereka punya sesuatulebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapiarahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalumempunyai target kerja dengan milestone. Buattarget jangka panjang dan jangka pendek secaratertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jagolari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa sayakejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian adakelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik.Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja".Diakejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebihkencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci larisipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masukpagar. Anjing kembali lagi ke temannya dandiketawain. "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinciaja nggak bisa kejar. Katanya lu palingkencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih,survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktuaja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWURMENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yangtidak "teachable". Goalnya salah, fokus kita jugasalah, jalannya juga salah, arahnya juga salah.Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yangterobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisiyang mendewakan emas. Pemuda ini pergi kepertokoan dan mengisi karungnya dengan emasdan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu sajaditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya :Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihatkiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalanpintas. Jalan pintas tidak membawa orang kekesuksesan yang sebenarnya, real success,karena tidak mengikuti proses. Kalau kitamenghindari proses, ya nggak matang, kalaupunmatang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalanpintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orangyang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba-tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalauanda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggujadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggakmungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG,TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisatake-off, harus mempunyai kecepatan minimum.Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off,memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam.Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cumangabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lhakalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakaikecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off,malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapiyang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwastruktur bangunan yang besar, pasti adakomponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja.Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagimengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yangbikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempatyang salah. Mengawali dengan salah bisadiperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salahrepot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yangini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ?Apa yang kita lakukan, masuk memori kita,minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkahkita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal,nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa baliklagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagaiakibat bayang-bayang masa lalu yang tidakTerselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadangsangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kitakadang-kadang lupa bahwa hidup itu majuterus. "Waktu" itu maju kan ?.Ada nggak yang punya jam yang jalannyaterbalik ?? Nggak ada kan ?Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan,kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orangyang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memorinegatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGANKESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kitadihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasildengan sukses kecil, terus berhenti, nggakkemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukseskecil tersebut. Napoleon pernahmenyatakan: "Saat yang paling berbahaya datangbersama dengan kemenangan yang besar". Itusaat yang paling berbahaya, karena orang lengah,mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembaksasaran yang besar, goal yang jauh. Janganberpuas diri, ntar jadi sombong,terus takabur.RENUNGKANLAH TEMANSSSS
»»  baca selengkapnya...

cara menanam cabei

CABAI

A. PENDAHULUAN
Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6. Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll.
PT. Natural Nusantara ( NASA ) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

B. FASE PRATANAM
1. Pengolahan Lahan
· Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2
· Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
· Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2
· Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
· Siramkan SUPER NASA (1 bt) / NASA(1-2 bt)
- Super Nasa : 1 btl dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50 lt air tambahkan 200 cc larutan induk.
Atau 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 1 sendok makan peres SUPER NASA dan siramkan ke bedengan + 5-10 m.
- NASA : 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan sepanjang + 5 - 10 meter.
· Campurkan GLIO 100 - 200 gr ( 1 - 2 bungkus ) dengan 50 - 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
· Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan + 1 - 2 minggu ).

2. Benih
· Kebutuhan per 1000 m2 1 - 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30
· Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5 - 1 tutup / liter air hangat kemudian diperam semalam.

C. FASE PERSEMAIAN ( 0-30 HARI)
1. Persiapan Persemaian

· Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
· Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama + 1 minggu. Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.

2. Penyemaian
· Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring
· Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp/tangki umur 10, 17 HSS
· Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban

3. Pengamatan Hama & Penyakit
a. Penyakit

· Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.
· Embun bulu, ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
· Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.

b. H a m a
· Kutu Daun Persik (Aphid sp.), Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan
pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.
· Hama Thrip parvispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
· Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip



D. FASE TANAM
1. Pemilihan Bibit
· Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
· Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 - 30 hari)

2. Cara Tanam
· Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
· Plastik polibag dilepas
· Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA 3-4 tutup/ tangki.

3. Pengamatan Hama
· Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon ), aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau VIREXI
· Ulat Grayak ( Spodoptera litura & S. exigua ),
Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VITURA, VIREXI atau PESTONA.
· Bekicot/siput. Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. Dicari di sekitar pertanaman ( kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar areal.

E. FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)
1. Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
2. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 - 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.
Kebutuhan total pupuk makro 1000 m2 :

Jenis Pupuk
1 - 4 minggu (kg)
5 - 12 minggu
(kg)
Urea
7
56
SP-36
7
28
KCl
7
28

Catatan :
- Umur 1 - 4 mg 4 kali aplikasi (± 7 tong/ aplikasi)
- Umur 5-12 mg 8 kali aplikasi (± 14 tong/aplikasi)
3. Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA + Hormonik dosis 1-2 tutup/tangki.
4. Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 - 30 hr.
5. Pengamatan Hama dan Penyakit
· Spodoptera litura/ Ulat grayak Lihat depan.
· Kutu - kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.
· Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO
· Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.
· Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha
· Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.

F. FASE PANEN DAN PASCA PANEN
1. Pemanenan
· Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
· Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
· Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA + Hormonik dan dipupuk dengan perbandingan seperti diatas, dosis 500 cc/ph

2. Cara panen :
· Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
· Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
· Penyortiran dilakukan sejak di lahan
· Simpan ditempat yang teduh
3. Pengamatan Hama & Penyakit
· Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak
»»  baca selengkapnya...